Tial, Negeri Nelayan Penghasil Tuna Terbaik Maluku

Denpasar |
Desa Tial, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku memiliki kekayaan alam berupa pantai dengan kondisi fisik berpasir dan berbatu memiliki potensi laut yang sangat besar dan kaya akan hewan-hewan avertebrata termasuk kerang-kerangan (Pelecypoda).

Disamping itu daerah yang dikenal dengan sebutan Negeri Tial ini menjadi salah satu lumbung komoditi ekspor perikanan yaitu Ikan Tuna yang merupakan potensi terbesar yang dimiliki Indonesia sebagai negara maritime.

Ikan Tuna menjadi salah satu komoditi ekspor terbesar yang dimiliki Indonesia setelah udang. Selain memiliki nilai harga yang cukup tinggi dibandingkan komditas perikanan lainnya, permintaan Ikan Tuna di pasar internasional khususnya Jepang selalu meningkat setiap tahunnya.

Beberapa tahun belakangan usaha perikanan di Negeri Tial terus berkembang dengan jumlah kapal penangkap ikan sebanyak 150 unit yang dimiliki oleh  90 orang nelayan.

Keberadaan usaha perikanan tentunya memiliki dampak yang sangat besar baik dari sisi pendapatan serta membuka lapangan pekerjaan bagai masyarkat.

Dari jenis Ikan Tuna yang ditangkap sendiri memiliki kualitas terbaik, sehingga menjadi komoditi utama yang sering di ekspor ke Jepang, bobot Ikan Tuna yang diekspor sendiri berkisar anatara 40 hingga 60 kilogram.

Terkait dengan aktivitas penangkapan Ikan Tuna di Negeri Tial berlangsung di Musim Barat. Sedangkan di Musim Timur para nelayan beristrahat karena cuaca di Laut Banda mengakibatkan ombak tinggi sehingga menyulitkan nelayan untuk menangkap Ikan.

Usaha Perikanan Tangkap Tuna di Negeri Tial sendiri menggunakan sistem hand line, yang mana sistem tersebut masih terbilang sangat tradisional.

Selain Kota Tual, budidaya laut di Provinsi Maluku juga tersebar di 10 kabupaten atau kota, antara lain Kota Ambon, Maluku Tengah, Seram Bagian Barat, Seram Bagian Timur, Buru, Maluku Tenggara, Maluku Tenggara Barat, Kepulauan Aru, Maluku Barat Daya.

Hampir seluruhnya memiliki wilayah perairan laut yang memungkinkan budidaya laut. Untuk itu sarana dalam budidaya laut dibutuhkan lokasi usaha pemeliharaan yang memiliki kondisi fisik, kimia, biologi dan ekologi yang sesuai untuk hidup komoditas yang akan dibudidayakan.

Berita: Red | Foto: Ist.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.