Reuni KOMPAK Bergeser dari Malang ke Banyuwangi

Malang |
Reuni KOMPAK , Forum Komunikasi Pelajar Anak Kereta Api Singosari-Malang dekade 1950-1970 telah berlangsung di Restoran Kartanegara, 100 an meter dari Stasiun Malang, Jawa Timur, Rabu (13/12).

Hadir 56 orang anggota dari 70 orang yang berhasil dihubungi panitia. Tampak anggota paling senior H Masru dan Wiek Yama’ati Sukandaru (84) yang merupakan teman seangkatan di SMP tahun 1950an juga ikut hadir bernostalgia.

Imam Subechi, sponsor utama Reuni KOMPAK 2017 kali ini mengatakan, meskipun dia berdomisili di Jakarta, lebih memilih lokasi kota Malang untuk bertemu kangen.

“Tempat ini tak jauh dari stasiun Malang yang tiap hari dulu kita bertemu dan lalui,” kata Subechi yang alumnus SMAN 1 Malang tahun 1964/1965 itu.

Pensiunan pejabat tinggi Mahkamah Agung ini menceritakan salah satu kisah nostalgia yang dialaminya sewaktu SMA.

“Paling sedih bila hari Senin. Pakaian seragam putih-putih, berangkat sekolah naik kereta api. Baju jadi kotor dan ber lubang-lubang terkena semburan stingkul atau batubara dari lokomotif,” kenang Subechi.

Ia mengharapkan akhir tahun depan atau awal tahun 2019, reuni diselenggarakan di Banyuwangi, Jawa Timur. Untuk itu diingatkannya agar dapat menabung sejak sekarang.

Anggota KOMPAK dari Banyuwangi, dr Firman Abadi pun menanggapi positif. “Di sana sekarang kepala daerahnya aktif dan maju. Banyak obyek obyek wisata baru,” ujarnya.

Sementara panitia tetap reuni Kompak sejak 2002, yaitu Taseri, Nuk Surti Utami dan Suhariadi ,menyerahkan hal itu kepada seluruh anggotanya.

Dalam reuni itu, Ketua KOMPAK Taseri Hasan mengajak semuanya untuk mendoakan arwah anggota KOMPAK yang meninggal dunia, dan jumlahnya terbilang cukup banyak.

Pembawa acara tetap Bambang Hariadji dan isteri dinilai berhasil menghidupkan suasana dengan ajakan dan komentarnya. Apalagi diselingi nyanyian mereka berdua yang merdua dan serasi.

Usai acara tiap anggota mendapat oleh oleh Bandeng Asap dan Otak otak Asri dari Sidoarjo. Namun disayangkan, dua anggota dari Gresik, dr Ali Faisol dan isteri datang saat acara bubar yang berbarengan dengan hujan reda.

“Terkena macet tadi di jalan dan hujan lebat,” tulis Faisol di WAnya yang diposting di grup WA bersama fotonya di tempat reuni yang sudah sepi.

Berita: Pri | Foto: Istimewa/Pri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.