Museum Magic Art 3D Galakkan Wisata Edutainment Kolaborasi dengan MBI, MSJ dan MSRK

Jakarta |
Museum Magic Art 3D di Jl Kalibesar Timur, Kota Tua, Jakarta Barat, sejak awal November membuat program kolaborasi kunjungan ke 3 museum yang berbeda dalam sehari. 

Sebelumnya rombongan wisatawan edukasi itu diajak berkunjung ke dua museum yang dipilih dari 4 museum di sekitarnya yaitu Museum Bank Indonesia (MBI), Museum Sejarah Jakarta (MSJ), Museum Wayang dan Museum Seni Rupa dan Keramik (MSRK).

Kepada pengunjung rombongan yang berjumlah minimal 30  orang itu diberikan pula satu lembar foto yang siap cetak untuk dibawa pulang.

General Manager Museum Magic Art 3D Jakarta, Ernida Rere Aryani mengungkapkan hal itu Sabtu (21/12). “Peminatnya ternyata cukup banyak. Mereka berombongan disertai gurunya,” kata  Rere lagi.

Mulai 14 Desember yang lalu sampai 5 Januari 2020 mendatang, merupakan masa liburan anak sekolah. Pengunjung memang meningkat, namun anak anak pelajar tidak berombongan lagi melainkan bersama keluarga. “High season ini karcis masuknya berlaku tarip week end,” katanya.

Sementara Ilham Fajriansyah, marketing programmer Museum Magic Art 3D mengakui paket wisata edutainment direspon oleh pihak sekolah. Sebab biayanya lebih ringan antara 10 sampai 20 persen. 

Para siswa sekolah mendapat pengalaman dan  pendidikan sejarah serta budaya di museum museum yang mereka kunjungi. Mereka dibagi dalam kelompok kecil dan dipandu oleh pemandu museum bersangkutan.

“Pak Mardi  dari Museum Wayang sambutannya baik sekali,” kata Ilham. Demikian pula dengan pimpinan Museum Bank Indonesia (MBI), bus rombongan siswa sekolah diberikan tempat parkir oleh MBI.

“Membawa rombongan anak-anak sekolah tidak mudah. Apalagi rombongan anak anak SD,” kata Ilham lagi. Pihak  Museum Sejarah Jakarta (MSJ) juga merespon positif.

“Kalau memang begitu berarti kami dibantu,” kata Kepala Subbag TU Museum Kesejarahan Jakarta H Namin ketika ditemui di kantornya, Jumat (20/12) sore.

Diakui bulan November dan Desember  ini pengunung Museum Sejarah Jakarta (MSJ) meningkat, terutama anak anak. Tercatat hari Kamis (19/12) mencapai 3.500 orang lebih. “Padahal pengunjung rata rata 1.500 per hari biasa,” kata Namin.

Tercatat pengunjung MSJ pada  Kamis itu 3.594 orang. Termasuk anak anak 1.959 orang dan 56 orang wisatawan mancanegara. Tampak Jumat sore itu pengunjung masih berdatangan ke MSJ.

“Ayo silakan Pak. Hari ini dibuka sampai jam 8 malam. Loket karcis tutup jam 7 malam,” kata seorang wanita petugas di pintu masuk utara Museum Sejarah Jakarta.

Menanggapi adanya kolaborasi antar museum Ketua Asosiasi Museum Indonesia (AMI) DKI Paramita Jaya Yiyok T Herlambang menyatakan dukungannya.

“Kebetulan lokasi museum museum itu berdekatan di Kota Tua. Jadi pengunjungnya dapat di arahkan ke museum museum sekitarnya agar mendapat informasi dan pengalaman yang bervariasi serta wawasan baru,” kata Yiyok Herlambang yang juga menjabat  pimpinan di MBI.

Hanya diingatkan agar museum bergaya millenial ini perlu menyesuaikan diri dengan PP no. 66  tahun 2015 tentang Museum apabila didepannya tetap menggunakan nama Museum.

“Soal museum buka sampai  malam hari? Itu bagus dan dapat diikuti museum lain sebagai alternatif dalam wisata edukasi atau pendidikan  yang sekaligus merupakan  entertainment yang menyenangkan terutama bagi generasi muda,” pungkasnya.

Berita: Pri | Foto: Pri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: