Masjid Al Huda Buka Posko dan Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Sumatera
Depok – Enam hari sejak banjir melanda sejumlah wilayah Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatra Barat (Sumbar) pada 26 November 2025, Kabupaten Aceh Tengah masih terisolir dari daerah-daerah sekitarnya.
Terputusnya akses-akses jalan ke wilayah yang membentang di tengah lokasi bencana tersebut membuat stok bahan pokok kian menipis.
Aksi solidaritas berdatangan dari masyarakat Indonesia, salah satunya dari Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al Huda RW 08, Baktijaya, Depok Timur, Jawa Barat.
Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Jami Al-Huda, Ustadz Haji Iwan Setiawan mengatakan, bahwa pengurus dan masyarakat di lingkungan masjid Al Huda telah membuka Posko Bencana Al Huda yang terpusat dalam lingkungan masjid.
“Alhamdulillah, kami selaku pengurus dan masyarakat sekitar masjid sudah membentuk posko sejak hari Minggu lalu. Ini murni inisiatif masyarakat disini untuk membantu saudara-sadara kita di Aceh, Sumut, dan Sumbar. Posko kami buka sejak jam 9 pagi sampai jam 8 malam,” ujarnya, kepada awak media di kota Depok Jawa Barat, Senin (8/12).

Dikatakan oleh Ustadz Iwan, dirinya mengaku bersyukur karena hanya dalam waktu tiga hari sudah berhasil terkumpul dari donasi masyarakat untuk korban banjir, diantaranya berupa uang tunai, pakaian bekas layak pakai, makanan, juga obat-obatan.
“Alhamdulillah jema’ah dan warga RW 08 sangat peduli dengan gerakan kemanusiaan ini. Uang tunai yang berhasil dihimpun sebesar Rp3,1 juta. Pakaian layak pakai sebanyak 1 mobil ambulan, dan makanan,” ungkapnya.

Ustadz Iwan menambahkan, Posko Bencana Al Huda juga mendapatkan bantuan sumbangan dari pihak luar lingkungan berupa obat luar atau obat oles yang diharapkan dapat mengurangi penderitaan para korban di lokasi.
“Syukur Alhamdullah kami juga mendapat amanah untuk menyalurkan bantuan donasi berupa obat luar atau obat oles Al Hikmah sebanyak 40 botol sumbangan Majelis Dzikir Hudhurul Qolbi pimpinan Ustadz Ade Permana,” terangnya.
Menurut Ustadz Iwan, obat oles ini diharapkan nantinya sangat bermanfaat bagi masyarakat di lokasi bencana, karena disamping bisa mempercepat penyembuhan luka dan meredakan nyeri sendi, obat ini efektif mengobati luka bakan atau memar, menghindari gigitan nyamuk, memperbaiki sel-sel dalam tubuh yang rusak atau cedera, dan lain sebagainya.
“Mudah-mudahan bantuan obat oles ini dapat berguna dan bermanfaat, karena korban di lokasi banjir bisa jadi rentan terhadap kesehatan tubuh seperti kulit, dan bagian tubuh lainnya, Insya Allah,” ucap pria yang berprofesi sebagai konsultan pajak.

Lebih lanjut Ustadz Iwan menjelaskan, pihaknya mendapatkan arahan dari Forum Silaturahmi (FS) DKM Jabodetabek yang diketuai oleh Ustadz Agus Alian supaya hasil donasi yang digalang pihak masjid bersama-sama dengan DKM se Jabodetabek untuk diserahkan kepada pihak Yayasan SAHABAT HUMANITY.
“Tujuannya supaya menjadi satu koordinasi dan bantuan tidak estafet atau tercecer. Pihak SAHABAT HUMANITY yang akan mengirim bantuan ke lokasi bencana, rencananya dalam minggu ini akan disalurkan melalui jalur laut,” pungkasnya.

Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan perkembangan terbaru dampak bencana banjir dan longsor yang melanda tiga provinsi tersebut.
Berdasarkan konferensi pers BNPB, Senin (8/12) pukul 16:00 WIB, tercatat total sudah ada sebanyak 961 orang meninggal dunia dan 293 orang hilang.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyampaikan bahwa pihaknya akan terus memaksimalkan penanganan agar jumlah korban hilang terus berkurang. (Mh/Foto: Ist./Dok.)
Discover more from sandimerahputih.com
Subscribe to get the latest posts sent to your email.

