Direktur Eksekutif PAPD: Bantu Pantau Pemilu dengan Smartphone Pribadi

Jakarta | 
Pemilihan Umum (Pemilu) sejatinya adalah pesta demokrasi rakyat yang seharusnya di selenggarakan dalam keadaan riang gembira.

Saat berlangsungnya pesta rakyat tersebut, pemerintah atau penyelenggara pemilu wajib menjamin keamanan dan ketertiban sehingga pesta rakyat itu dapat berjalan dengan baik.

Demikian disampaikan oleh Direktur Eksekutif Perhimpunan Advokat Pro Demokrasi (PAPD) Marthen Y Siwabessy, terkait pelaksanaan Pemilu 2019 yang berlangsung pada hari Kamis 17 April 2019.

Menurut Marthen, dewasa ini adalah eranya citizen journalism dimana masyarakat bisa saling berbagi (sharing) informasi memakai gadget dengan menggunakan media sosial (medsos).

Pesta rakyat yang berlangsung 5 tahun sekali ini, sambungnya, sudah seharusnya diliput dengan baik oleh seluruh media baik cetak, elektronik, maupun online, supaya seluruh pelaksanaan dapat terdokumentasi.

Selama kegiatan proses pencoblosan di Tempat Pemungutan Suara (TPS), Marthen mengajak masyarakat untuk menggunakan telepon selular (ponsel) pribadi sebagai alat dokumentasi.

“Guna menjamin agar pesta rakyat yang akan berlangsung pada 17 April 2019 nanti berjalan dengan baik, PAPD menyerukan kepada setiap warga negara Indonesia agar menjadikan smartphone milik pribadinya sebagai alat untuk membuat dokumentasi penyelenggaraan pemilu di TPS wilayah masing-masing,” ujar Marthen dalam siaran persnya, Sabtu (13/4).

Ditegaskan juga oleh Marthen, bahwa tidak ada satupun aturan hukum yang melarang warga negara untuk mendokumentasikan kegiatan pesta rakyat tersebut.

“Oleh karenanya, jadikanlah tiap Smartphone yang di miliki sebagai alat untuk mengambil dokumentasi dalam peristiwa 5 tahunan ini,” tukas Direktur Eksekutif PAPD itu.

Dirinya juga berharap dokumentasi pribadi yang dibuat sendiri oleh masyarakat dapat membantu penyelenggara pemilu dalam menyelenggarakan pemilihan umum yang langsung, umum, bebas, dan rahasia.

Disatu sisi Marthen juga mengajak seluruh komponen anak bangsa untuk tetap bersatu dalam kerukunan, menghindari perseteruan dan jangan sampai terjadi perpecahan.

“perkelahian hanya terjadi di dalam kehidupan golongan si miskin dan si bodoh, dan peperangan hanyalah milik golongan kapitalis. Hindari adu domba sesama anak bangsa,” imbuhnya.

Berita: Mh | Foto: Istimewa/Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.