Brigjen Pol Putu Putera Sadana Dipercaya Jadi Wakabareskrim
Jakarta – Brigjen Pol. Dr. Putu Putera Sadana, S.I.K., M.Hum., M.M. mendapat amanah baru dalam struktur Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).
Perwira tinggi Polri yang dikenal memiliki pengalaman di bidang reserse, hukum, pendidikan kepolisian, hingga komunikasi publik tersebut dipercaya mengemban jabatan sebagai Wakil Kepala Badan Reserse Kriminal (Wakabareskrim) Polri.
Penugasan itu tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026. Mutasi tersebut merupakan bagian dari rotasi dan penyegaran organisasi Polri yang mencakup sejumlah jabatan strategis di tingkat Markas Besar Polri maupun kewilayahan.
Dalam surat telegram yang sama, Irjen Pol. Nunung Syaifuddin dimutasi dari jabatan Wakabareskrim menjadi Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I pada Sespim Lemdiklat Polri. Posisi Wakabareskrim selanjutnya diisi oleh Brigjen Putu Putera Sadana.
Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir mengatakan mutasi dan rotasi merupakan bagian dari dinamika organisasi, kebutuhan institusi, pembinaan karier, serta penyegaran dalam pelaksanaan tugas kepolisian.
“Mutasi dan rotasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri. Hal ini dilakukan sesuai kebutuhan organisasi sekaligus sebagai bagian dari pembinaan karier dan penyegaran dalam pelaksanaan tugas kepolisian,” kata Johnny dalam keterangan tertulis yang diterima Sabtu (3/10/2026).
Rekam Pengabdian di Berbagai Bidang
Brigjen Putu Putera Sadana merupakan putra Bali yang berasal dari Mengwi, Kabupaten Badung. Ia lahir di Jakarta dan merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1995.
Perjalanan kariernya dimulai dari wilayah Bali. Ia pernah bertugas di Satuan Samapta Polres Buleleng, Polsek Ubud, kemudian dipercaya sebagai Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Bangli dan Kapolsek Kuta.
Pengalaman tersebut kemudian membawanya ke Jakarta. Putu Putera Sadana dipercaya sebagai Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Barat sebelum kembali ke Bali dan mendapat amanah sebagai Kapolres Tabanan pada 2015.
Setelah menyelesaikan tugasnya di Tabanan, ia kembali bertugas di wilayah Polda Metro Jaya sebagai Wakapolrestro Bekasi pada 2016.
Kariernya kemudian berkembang melalui sejumlah penugasan strategis. Ia pernah menjabat sebagai dosen di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Lemdiklat Polri, Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Papua, Kepala Bidang Hukum (Kabidkum) Polda Metro Jaya, hingga menjadi perwira tinggi pada Baharkam Polri yang ditugaskan di Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR).
Rangkaian penugasan tersebut memperlihatkan pengalaman yang cukup beragam, mulai dari fungsi operasional kepolisian, penegakan hukum, pembinaan pendidikan, bidang hukum, hingga tugas kelembagaan.
Sejumlah pengalaman pendidikan dan penugasan luar negeri juga menjadi bagian dari perjalanan kariernya. Putu Putera Sadana pernah mengikuti penugasan Kontingen Garuda XXIV, pelatihan Hostage Negotiation di New Mexico, Amerika Serikat, serta pelatihan Counter Child Sex Abuse di Tokyo, Jepang.
Ia juga menyelesaikan pendidikan FBI National Academy (FBINA) di Quantico, Amerika Serikat, pada 2008 serta pendidikan di Vicenza, Italia, pada 2007. Riwayat tersebut turut dicatat sejumlah media dalam profil perjalanan kariernya.
Dari BNNP Bali ke Bareskrim Polri
Sebelum mendapat amanah sebagai Wakabareskrim, Putu Putera Sadana memiliki pengalaman cukup kuat dalam bidang komunikasi publik dan penanggulangan narkotika.
Pada 2025, ia dipercaya sebagai Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Protokol Badan Narkotika Nasional (BNN). Penugasan tersebut membuatnya banyak terlibat dalam penyampaian informasi publik mengenai program pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika (P4GN).
Laman resmi BNN mencatat Putu Putera Sadana sebagai Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Protokol. Dalam sejumlah kegiatan, ia aktif menyampaikan pesan mengenai pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dunia pendidikan, dan berbagai pemangku kepentingan dalam menghadapi ancaman narkotika.
Pada Juni 2026, ia kemudian dipercaya memimpin Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali. Dalam kapasitas tersebut, ia menyampaikan komitmen untuk memperkuat gerakan pencegahan narkotika di Bali dengan pendekatan yang tidak hanya berorientasi pada penindakan, tetapi juga pada kemanusiaan dan perlindungan masyarakat.
Pendekatan tersebut juga tercermin dalam pernyataannya ketika menjalankan tugas di BNN. Dalam penanganan persoalan narkotika, ia menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat serta pendekatan yang menggabungkan ketegasan terhadap jaringan peredaran gelap dengan upaya pemulihan bagi korban penyalahgunaan.
Pengalaman tersebut kini menjadi bagian dari bekal baru ketika ia kembali memasuki struktur Polri, khususnya pada bidang reserse dan kriminal.
Rotasi Kepemimpinan Polri
Penempatan Putu Putera Sadana sebagai Wakabareskrim merupakan bagian dari mutasi besar di lingkungan Polri setelah Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto resmi menjabat sebagai Kapolri.
Berdasarkan Surat Telegram Nomor ST/2205/X/KEP./2026, sebanyak 88 perwira tinggi dan perwira menengah Polri mengalami mutasi dan rotasi. Dari jumlah tersebut, 70 personel mendapat promosi atau menempati jabatan baru. Pergantian juga mencakup sejumlah pejabat utama Mabes Polri serta 19 kepala kepolisian daerah.
Pada jajaran pejabat utama Mabes Polri, antara lain Irjen Pol. Asep Safrudin dipercaya menjadi Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri menggantikan Komjen Pol. Syahardiantono. Sementara Syahardiantono mendapat penugasan sebagai perwira tinggi Bareskrim Polri dalam rangka penugasan di Kantor Staf Presiden (KSP).
Pergantian tersebut berlangsung bersamaan dengan sejumlah rotasi lain di tubuh Polri, termasuk perubahan posisi beberapa kepala kepolisian daerah.
Bagi Brigjen Putu Putera Sadana, amanah sebagai Wakabareskrim menambah panjang perjalanan pengabdiannya di berbagai bidang kepolisian dan pemerintahan.
Pengalaman di lapangan, penegakan hukum, pendidikan kepolisian, hukum, komunikasi publik, serta penanggulangan narkotika kini menjadi bagian dari modal pengalaman yang dibawanya ke lingkungan Badan Reserse Kriminal Polri.
Penugasan baru tersebut sekaligus menempatkannya pada tanggung jawab yang berkaitan erat dengan penguatan fungsi reserse dan kriminal di tingkat nasional.
Di tengah dinamika organisasi Polri, rotasi jabatan merupakan bagian dari proses pembinaan dan kesinambungan tugas. Bagi setiap personel yang menerima amanah baru, tantangan berikutnya adalah menerjemahkan pengalaman yang telah dimiliki menjadi kerja nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Bagi Brigjen Putu Putera Sadana, perjalanan dari Bali, Jakarta, Papua, BNN hingga kembali ke lingkungan Bareskrim Polri menjadi rangkaian pengabdian yang terus berlanjut dengan tanggung jawab baru. (Red/Gate 13/Foto: Ist./)
Discover more from sandimerahputih.com
Subscribe to get the latest posts sent to your email.

