Luar Negeri

Indonesia Serukan Penguatan Kepercayaan dan Kerja Sama Global dalam Keamanan Siber di Forum Internasional Rusia

Moskow – Indonesia menegaskan pentingnya penguatan kepercayaan antarnegara, pembangunan kapasitas, dan kerja sama internasional sebagai fondasi utama dalam menghadapi berbagai tantangan keamanan siber global yang semakin kompleks.

Komitmen tersebut disampaikan delegasi Indonesia saat berpartisipasi sebagai panelis dalam sesi International Cooperation on Information Security pada rangkaian The 1st International Security Forum (ISF) 2026 yang berlangsung di Moskow, Rusia, Selasa (26/5).

Forum tingkat tinggi yang diselenggarakan di bawah naungan Dewan Keamanan Federasi Rusia tersebut menjadi salah satu agenda utama pembahasan isu keamanan internasional. Kegiatan ini dihadiri para pejabat tinggi keamanan, penasihat keamanan nasional, menteri, serta perwakilan dari lebih dari 120 negara dan organisasi internasional.

Delegasi Indonesia dalam forum tersebut terdiri atas perwakilan Kementerian Pertahanan, Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam), Kementerian Luar Negeri, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), serta Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).

Dalam paparannya, Indonesia menekankan bahwa keamanan siber harus dibangun berdasarkan prinsip kesetaraan kedaulatan negara (sovereign equality), yakni setiap negara memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk memanfaatkan transformasi digital sekaligus menjaga keamanan serta ketahanan nasionalnya.

Indonesia juga mendorong penguatan pembangunan kapasitas (capacity building) sebagai langkah strategis untuk membantu setiap negara meningkatkan kemampuan dalam mencegah, mendeteksi, merespons, dan memulihkan diri dari berbagai insiden siber.

Selain itu, Indonesia menegaskan bahwa keamanan siber tidak dapat menjadi tanggung jawab satu pihak semata, melainkan memerlukan kolaborasi erat dari berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, sektor swasta, industri, akademisi, komunitas teknis, hingga masyarakat sipil.

Dalam forum tersebut, Indonesia turut menyoroti pentingnya penerapan Confidence-Building Measures (CBMs) atau langkah-langkah pembangunan kepercayaan untuk meningkatkan transparansi, memperkuat komunikasi antarnegara, serta mengurangi risiko kesalahpahaman dan eskalasi konflik yang dapat timbul akibat insiden siber.

Indonesia juga menegaskan dukungannya terhadap peran Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai platform utama dalam pembahasan keamanan informasi internasional. Di tingkat regional, Indonesia mendorong penguatan kerja sama keamanan siber melalui berbagai inisiatif yang telah berkembang di kawasan ASEAN.

Partisipasi Indonesia melalui BSSN dalam sesi panel International Cooperation on Information Security memperoleh apresiasi positif dari para peserta forum. Berbagai pandangan yang disampaikan Indonesia dinilai memberikan kontribusi substantif dalam diskusi mengenai tata kelola dan keamanan siber internasional.

Pandangan Indonesia terkait pentingnya kesetaraan kedaulatan negara, pembangunan kapasitas, pendekatan multipemangku kepentingan, serta penguatan kepercayaan antarnegara dinilai relevan dalam menjawab dinamika dan tantangan keamanan siber global yang terus berkembang.

Melalui keikutsertaan dalam ISF 2026 di Moskow, Indonesia kembali menegaskan komitmennya untuk memperkuat komunikasi strategis, meningkatkan kerja sama internasional, dan membangun rasa saling percaya antarnegara sebagai landasan penting dalam menjaga stabilitas, perdamaian, dan keamanan global.

Upaya tersebut dinilai semakin penting di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital dan meningkatnya keterhubungan antarnegara yang menjadikan keamanan siber sebagai salah satu isu strategis dalam hubungan internasional abad ke-21. (Gate 13/Foto: Ist.)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.