Warga Kecamatan Duren Sawit Ajukan 1.523 Usulan Senilai Rp 603 Miliar

Jakarta |
Seluruh kecamatan Duren Sawit yang terdiri dari 7 kelurahan mengajukan 1.523 usulan dengan nilai anggaran hampir Rp 603 miliar. Ini sudah termasuk 137 usulan senilai Rp 35,1 miliar dalam Musrenbang Kelurahan Pondok Kopi 2018.

Camat Duren Sawit Abu Bakar SE mengatakan hal itu ketika membuka Musrenbang (Musyawarah Rencana Pembangunan) Kelurahan Pondok Kopi 2018 di aula kantor kelurahan tersebut, Rabu (7/2).

Hadir selain Kepala Sudin Badan Perencanaan Pembangunan Kota Jakarta Timur Hartati dan Lurah Pondok Kopi Rasikin, hadir juga Ketua Forum Komunikasi LMK se Jakarta Timur H Tatang Isya Iskandar yang mantan Ketua RW 09 Pondok Kopi dan anggota DPRD DKI Jakarta Pantas Nainggolan.

Mewakili Wali Kota Jakarta Timur, selanjutnya Camat Abu Bakar menjelaskan Musrenbang ini dalam rangka menyusun RAPBD tahun 2019 tingkat kota Jakarta Timur.

Diakui Abu Bakar total usulan 7 kelurahan se kecamatan Duren Sawit itu cukup besar. “Itu akan kita verifikasi kembali di tingkat kecamatan,” kata Pak Camat.  Usulan itu telah tervalidasi dalam Rembug RW di masing masing kelurahan.

Diakui Abu Bakar, 137 usulan warga Kelurahan Pondok Kopi itu masih didominasi pada usulan fisik.
Namun agaknya memang dibutuhkan warga yang meliputi perbaikan fisik jalan, saluran, penerangan jalan umum serta alat pendukung rambu lalu lintas yaitu cermin cembung di beberapa titik rawan kecelakaan.

Musrenbang Kelurahan Pondok Kopi sendiri menurut Camat Abu Bakar merupakan Musrenbang tingkat Kelurahan terakhir di Wilayah Kecamatan Duren Sawit.

Menurut Abu Bakar, dari lebih 1500 usulan se kecamatan itu perlu keseimbangan antara program fisik dan non fisik. Karena itu pihaknya akan menghidupkan kewirausahaan baru melalui pemberdayaan usulan Musrenbang  di tingkat kelurahan.

“Rencananya akan kita buka spot-spot yang ada di BKT sisi sebelah selatan. Kita sudah berkoordinasi juga dengan Sudin terkait dan Pos OKE OCE yang berada di Kantor Kecamatan Duren Sawit. Dengan ini kita harapkan bisa dimanfaatkan oleh warga sehingga dapat mendongkrak perekonomian masyarakat,” pungkasnya.

Sementara itu Lurah Pondok Kopi Rasikin menjelaskan, Musrenbang Kelurahan Pondok Kopi menyerap aspirasi yang berlandaskan kebutuhan masyarakat. Namun usulan warga yang telah teridentifikasi berdasarkan survei teknis direncana guna meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

“Memang, usulan warga masih mendominasi mengenai fisik. Namun ada usulan non fisik terutama alat edukasi PAUD, pusat pelatihan seni budaya serta berbagai wirausaha yang akan kita kaitkan dengan program Pak Gubernur,” ujar Lurah Rasikin. Ia melihat bila BKT nantinya akan dijadikan pusat kuliner, sekaligus akan menjadi menjadi tempat wisata hiburan warga.

Pantas Nainggolan, anggota DPRD DKI Jakarta dari Komisi D menilai, Musrenbang Kelurahan Pondok Kopi ini sudah cukup baik. Karena itu diharapkan hasilnya dapat menjawab kebutuhan warga secara terintegrasi.

Berita: Pri | Foto: Istimewa/Pri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: