Wali Kota Pimpin Gerebek Sampah Paska Banjir di Kramatjati dan Jatinegara

Jakarta |
Wali Kota Jakarta Timur Bambang Musyawardana, Minggu (11/2) memimpin aksi grebek sampah pasca banjir di pemukiman warga Jalan Tanjung Sayang RW.008, Kelurahan Cawang, Kecamatan Kramatjati.

Ini merupakan aksi gerebek sampah yang kedua setelah aksi serupa dilancarkan Wali Kota Bambang dan jajaran di Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, Jumat (9/2) pagi.

Kegiatan ini untuk memberikan pelayanan bagi warga terdampak banjir. Dengan demikian mereka dapat menjalankan aktivitasnya kembali.

Pada aksi gerebek kebersihan di Cawang dilakukan pengerukan serta penyemprotan lumpur dan sampah sisa banjir.

Aksi dimulai pukul 06.30 WIB yang diikuti sedikitnya 500 personil gabungan terdiri dari unsur Satgas Rescue Satpol PP, Satgas Sudin Sumber Daya Air, Satgas Sudin Binamarga, Satgas Sudin Lingkungan Hidup, Satgas Sudin PKP, Satgas Sudin Perhubungan dan Transportasi, dan Petugas Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) serta warga setempat.

Kepala Sudin Kominfotik Jakarta Timur Yuliarto tampak ikut grebek sampah bersama stafnya sekaligus mengabadikan momen tersebut untuk dokumentasi dan publikasi. Beberapa mobil Damkar dan dump truck dikerahkan untuk memperlancar aksi kebersihan tersebut.

Ketika melakukan gerebek sampah dan lumpur di Kampung Pulo, RW 01, 02 dan 03 Kelurahan Kampung Melayu, Jumat (9/2) Walikota mengerahkan sekitar 500 personil gabungan terdiri dari unsur terkait seperti di Cawang, termasuk PPSU.

Sedikitnya 30 dumptruck dari masing-masing Sudin, satu alat berat jenis soffel dikerahkan. Titik lokasi yang menjadi fokus aksi grebek sampah pasca banjir ini lokasi dis epanjang Jalan Inspeksi Kampung Pulo hingga Inpeksi Kampung Melayu sepanjang 2,5 Kilometer.

”Jadi aksi pembersihan lingkungan pasca banjir ini guna memberikan pelayanan bagi warga terdampak, sehingga dapat menjalankan aktivitasnya kembali,” kata Bambang.

Ditegaskan Bambang, aksi ini dilakukan dengan maksimal dan secepat mungkin agar dampaknya tidak berkepanjangan.

Bambang Musyawardana mengakui, kondisi gang yang sempit cukup menyulitkan petugas untuk menjangkau sampah-sampah di dalam permukiman dengan alat berat. Namun karena dilakukan dengan gotong royong dengan estafet, Jadinya kita lakukan secara estafet maka semua selesai sebagaimana diharapkan.

Berita: Pri | Foto: Istimewa/Pri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.