Wali Kota Jaktim Serahkan Bansos untuk Dhuafa dan Lembaga Keagamaan

Jakarta |
Wali Kota Jakarta Timur Bambang Musyawardana, Kamis (15/2), menyerahkan bantuan kesosialan kepada 2 orang dhuafa untuk perbaikan rumah dan bantuan untuk lembaga keagamaan total senilai Rp 120 Juta.

Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis kepada yang bersangkutan di Ruang Rapat Khusus Kantor Walikota Jakarta Timur di lantai II.

Wali Kota Bambang dalam kesempatan itu berpesan agar bantuan tersebut dimanfaatkan sebagaimana mestinya.

“Kami atas nama Pemerintah DKI Jakarta merasa prihatin atas kondisi fisik rumah para penerima bantuan itu yang sangat memprihatinkan,” kata Bambang.

Semoga dengan bantuan ini, sambung Bambang, dapat digunakan sebaik mungkin untuk memperbaiki kedua rumah itu hingga layak huni.

Kedua dhuafa penerima bantuan perbaikan rumah itu masing masing Sudaryati, warga Jl Tanjung Lengkong RT 015 RW 07 Kelurahan Bidaracina, Kecamatan Jatinegara yang menerima bantuan sebesar Rp 60 Juta.

Satunya lagi seorang warga RT013/010 Kelurahan Cibubur, yang juga mendapat bantuan sebanyak Rp 40 Juta.

Sementara di kesempatan yang sama, bantuan untuk lembaga keagamaan sebesar Rp 20 Juta diserahkan kepada KH Muhammad Thamrin selaku pimpinan Yayasan Subulusalam Kelurahan Susukan, Kecamatan Ciracas.

Wali kota dalam kesempatan itu menjelaskan, bantuan tersebut berasal dari dana zakat, infaq, dan shodaqoh (ZIS) masyarakat dan PNS Jakarta Timur yang dikelola BAZIS Jaktim.

“Kami menitipkan pesan kepada para ulama untuk penggalangan dana bantuan Bazis karena hasilnya akan kita salurkan sesuai kebutuhan warga,” kata wali kota.

Mengenai kondisi rumah penerima bantuan tersebut Kepala BAZIS Jakarta Timur Dwi Busara didampingi anggota tim survai Aminuddin mengakui memang cukup memprihatinkan.

Apalagi rumah Sudaryati, atapnya sebagian rusak dan sebagian terbang saat angin puting beliung. Ketika banjir di Bidaracina beberapa hari lalu, rumah itupun terendam banjir.

“Waktu Gubernur Anies Baswedan meninjau banjir ke Bidaracina ternyata Bu Sudaryati itu kenal gubernur,” sebut Aminuddin.

Kepada tim survai Bazis Jaktim, Sudaryati menuturkan ia kenal Pak Anies Baswedan 3 tahun yang lalu. Sewaktu berada di Senayan, Sudaryati mengalami musibah kecopetan dan seluruh uang yang dibawanya lenyap.

Sudaryati menangis di tepi jalan, ketika itu datang Pak Anies turun dari mobil menenangkan dan memberinya uang. “Waktu itu Pak Anies masih menjadi rektor,” ujarnya.

Setelah itu beberapa kali Pak Anies menanyakan keadaan Sudaryati. Terakhir mereka bertemu saat banjir di Bidaracina, hingga Gubernur merekomendasikan untuk disurvai dan dibantu.

Berita: Pri | Foto: Istimewa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.