Seleksi 378 Proposal, KPK Pilih 7 Ide Film Masuk dalam ACFest 2018

Jakarta |
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menyelesi sebanyak 378 proposal ide film yang bakal ikut berpartisipasi dalam gelaran ACFFest (Anti Corruption Film Festival) 2018.

Hasilnya terpilih sebanyak 7 ide film yang masing-masing terdiri dari 2 orang sebagai tim, yaitu penulis naskah dan sutradara.

Mereka yang lolos di antaranya berasal dari Ponorogo, Bogor, Tegal, Pontianak, Jakarta, serta dua tim dari Yogyakarta.

14 orang tersebut selanjutnya berhak mengikuti seluruh rangkaian ACFFest 2018, mulai dari movie camp, pelatihan oleh pakar film, fasilitas online editing di Jakarta, serta pendampingan mentor lokal selama proses produksi di kota masing-masing.

ACFFest 2018 mengusung tagline “Integrity Starts From You, Make Your Movie” yang menekankan bahwa integritas dan nilai-nilai antikorupsi harus dimiliki oleh semua insan, tanpa kecuali. Termasuk bagi para pegiat seni kreatif, integritas bisa dituangkan melalui setiap karya yang dibuat.

Sejak Senin (10/9) hingga Rabu (12/9) peserta yang lolos seleksi telah mengikuti movie camp yang dilakukan di Gedung KPK.

Pembukaan movie camp dihadiri oleh Wakil Ketua KPK Saut Situmorang, yang sekaligus menjadi pemberi materi mengenai integritas kepada para sineas.

Para peseta yang merupakan sineas-sineas muda sangat antusias saat materi diberikan, banyak yang bertanya kepada Saut Situmorang yang juga pandai bermain saksofon itu.

Suasana keakraban pun begitu terasa di hari pertama movie camp. Apalagi saat tim dari Jakarta menceritakan mengenai ide filmnya yang berjudul “Sebelah Mata”.

“Sebelah Mata” ialah karya pelunasan hutang tim Jakarta yang dipersembahkan untuk almarhum sang kakek. Mimpinya baru bisa terwujud saat diumumkan lolos oleh pihak KPK.

Film itu nantinya mengusung film bisu tanpa dialog yang mengedepankan visualisasi dan juga kekuatan ide, yang bercerita mengenai seorang pegawai negeri yang mencoba untuk merekayasa anggaran dan kemudian dihantui rasa takut akan dikejar-kejar oleh penyidik KPK.

Hari kedua movie camp, Selasa (11/9), peserta diberikan pemantapan naskah serta membedah naskah yang telah mereka kumpulkan draftnya di hari pertama oleh penulis skenario kawakan Jujur Prananto.

Kemudian pada Rabu (12/9), peserta dibekali ilmu yang bermanfaat mengenai penyuntingan gambar oleh sutradara The Seen and Unseen, Kamila Andini.

Di hari terakhir movie camp peserta juga dijadwalkan menandatangani kontrak perjanjian pembuatan film, yang keseluruhan proyeknya akan dibiayai oleh KPK selaku eksekutif produser.

Usai pelaksanaan movie camp, peserta kembali ke daerah masing-masing untuk melakukan proses produksi selama bulan September dan Oktober 2018.

Selanjutnya, pada November 2018 mendatang akan digelar malam penganugerahan ACFFest 2018 di Jakarta. 7 film pendek berdurasi 10-15 menit ini nantinya akan diputar di seluruh bioskop di seluruh Indonesia, sehingga bisa dinikmati oleh seluruh masyarakat.

ACFFest 2018 ini ialah festival tahunan yang telah dilakukan KPK sejak 2013. Festival film ini merupakan salah satu kegiatan kampanye antikorupsi kepada masyarakat, namun sempat vakum selama 2 tahun terakhir.

Berita: Sigit | Foto: Istimewa/Ilustrasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.