Sarasehan Pemberdayaan Wilayah Pertahanan untuk Menwa se-Bali

Denpasar |
Perwakilan Kementerian Pertahanan (PKP) Provinsi Bali bekerja sama dengan Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Denpasar, menyelenggarakan sarasehan yang bertajuk ‘Pertahanan Negara di Lingkungan Pendidikan dan Pekerjaan Provinsi Bali’, di Aula Lantai 3 Gedung Rektorat UNHI Denpasar, Bali, Jumat (19/10).

Rektor UNHI Denpasar yang diwakili oleh WR III Dr Ir I Wayan Muka MT, dalam sambutannya mengucapkan selamat datang kepada semua undangan dan peserta.

Disampaikan juga oleh I Wayan Muka, bahwa kampus UNHI Denpasar merupakan kampus yang bebas dari radikalisme dan narkoba.

Kegiatan yang dihadiri oleh Kesatuan Resimen Mahasiswa (Menwa) se Bali itu dibuka oleh Gubernur Bali yang diwakili oleh Staf Ahli Jaya Suartama.

Dalam sambutannya, Jaya Suartama menyampaikan bahwa pihaknya menyatakan dukungan positif atas kegiatan tersebut.

Dia juga menegaskan, bahwa kegiatan seperti ini penting untuk dilaksanakan sebagai penangkal adanya ancaman radikalisme yang kini sudah merambah ke kampus-kampus dan juga memperkuat jiwa nasionalisme terhadap bangsa dan negara.

Menurut Jaya Suartama, Menwa merupakan komponen cadangan yang sangat dibutuhkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Terutama dalam menghadapi berbagai ancaman terutama ancaman nirmiliter (ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, keselamatan umum, teknologi, dan legislasi),” katanya.

Kepala PKP Provinsi Bali Kolonel Inf Ketut Budiastawa SSos MSi membuka sarasehan dengan memaparkan materi tentang ‘Pembinaan Kesadaran Bela Negara Kepada Menwa’.

Menurutnya diberbagai negara seperti Amerika Serikat, Jerman, Spanyol, Inggris, Israel, Iran, Singapura, Tiongkok, Taiwan, dan Korea Selatan sudah memiliki peraturan bahwa setiap warga negaranya harus mengikuti wajib militer (wamil).

“Bagaimana dengan Indonesia?” ujar Kepala PKP Prov Bali Kolonel Inf Ketut Budiastawa, yang menjadikan kalimat tersebut sebagai paparan pokok materi yang disampaikannya.

Diharapkan oleh Kepala PKP Provinsi Bali, agar semua warga negara lebih mengutamakan kewajiban daripada menuntut hak.

“Semua generasi bangsa agar melaksanakan bela negara sesuai dengan profesi yang diemban dengan sikap yang bertanggung jawab,” tegasnya.

Sementara itu, materi kedua disampaikan oleh Komandan Menwa Ugrasena Bali yang diwakili oleh Asisten Ops Kas Menwa I Nyoman Hardi Prawira SPd.

Dalam paparannya, Menwa Ugrasena menyampaikan proses perekrutan Menwa yang ketat dan program kerja yang dilakukan selama ini.

Kegiatan sarasehan yang berlangsung tertib, aman dan lancar berakhir pada pukul 13.30 WITA, kemudian ditutup dengan menyanyikan lagu ‘Padamu Negeri’ bersama-sama.

Selain dihadiri oleh Staf Ahli Gubernur Bali, Staf Ahli Pangdam IX/Udayana, dan Kepala Perwakilan PKP Provinsi Bali, acara hari itu juga dihadiri perwakilan Kapolda Bali, Perwakilan Kesbangpol Bali, perwakilan dari Dispora Provinsi Bali, seluruh Rektor Universitas Se Bali, dan Waden Menwa Ugrasena.

Berita: IBW | Foto: Istimewa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: