Menpora Bantah Isu DPR Tolak Tambah Anggaran Asian Games 2018

Jakarta |
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi menampik tentang adanya isu bahwa DPR RI tidak menyetujui tambahan anggaran untuk Asian Games 2018.

Menpora justru menilai terkait anggaran hanyalah faktor kehati-hatian, karena DPR tidak ingin ada masalah usai Asia Games 2018.  Menurut Imam, belum disetujuinya peralihan tambahan dana dari fungsi pendidikan ke fungsi pariwisata karena harus ada persetujuan Menteri Keuangan.

Terkait anggaran ini ke depan, Imam Nahrawi berpendapat harus ada fleksibilitas pengelolaan anggaran dan setiap cabor (cabang olahraga) harus ada bapak asuh (sponsor).

“Dana terbatas dari pemerintah harus digunakan untuk pembibitan dan pemasalan serta pengiriman atlet ke luar negeri,” ujar Menpora di Auditorium Wisma Menpora, Senayan, Jakarta, Selasa (19/9).

Selaku Menpora, dirinya mengharuskan Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak PRIMA) untuk mengeluarkan 20 cabang olahraga yang potensial dan akan mengurangi atlet untuk dikirim baik try out dan training camp Asian Games 2018.

Imam menjabarkan, pelaksanaan try out minimal 6 bulan, bukan 1 bulan. Hal itu untuk mengurangi birokrasi olahraga yang sangat panjang. “Lebih fleksibel dan transparan, dan cabor akan diberikan porsi yang lebih besar,” sebut Imam dikutip kemenpora.go.id.

Optimisme angka-angka target, sambung Imam, harus realistis. Sehingga pemerintah memiliki referensi yang kokoh.

“Terkait Rumah Sakit Olahraga Nasional (RSON) di Cibubur, akan kami gunakan untuk Kantor Satlat Prima, karena rekam medic atlet, pemanfaatan sport science, tes fisik, tes psikologi dipusatkan disana,” pungkas Imam.

Berita: Mh | Foto: Istimewa/Humas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *