Komunitas Djarum Super Kota Depok Sukses Gelar Acara Musik Akustik

Depok |
Komunitas Djarum Super dan Ex-Y Event Organizer menggelar acara “Live Music Acoustic” di Kedai D’Bago Jalan Proklamasi Ujung Nomor 7, Sukmajaya, Depok, Jawa Barat.

Acara yang dilaksanakan pada hari Sabtu (3/8) sejak pukul 15.00-22.00 WIB itu diikuti sebanyak 11 band nuansa akustik yang berasal dari wilayah Kota Depok dan sekitarnya.

Ketua Pelaksana Acara Jeffry Eduward kepada media mengatakan, bahwa para seniman musik di Kota Depok khususnya, memerlukan wadah yang efektif dan potensial untuk berkumpul, mengasah, dan menyalurkan hobi kreatif mereka.

Akhirnya disepakati untuk membuat event atau acara live musik, dengan mengundang secara terbuka kepada band-band yang bersedia menampilkan kemampuan dan karya bermusiknya.

“Maka kami Komunitas Djarum sepakat membuat acara akustik untuk menyalurkan hobi dan bakat teman-teman musisi di sini, disamping acara ini juga menjadi ajang silahturahmi dan saling mengenal satu sama lain,” ujarnya.

Diakui oleh Jeffry, dirinya bersama kawan-kawan bersyukur adanya pihak-pihak yang mau mendukung dan mensponsori kegiatan positif mereka saat menggelar acara Live Music Acoustic.

“Alhamdulillah, puji Tuhan, ada yang mau membantu dan memberikan dukungan. Seperti Djarum Super, Yuzu Tea, dan Kedai D’Bago sendiri selaku penyedia tempat,” sebut Jeffry, seraya menceritakan persiapan acara yang hanya memakan waktu sekitar 1 bulan.

Alumnus SMA Yapemri angkatan 98 itu juga mengungkapkan, bahwa sebenarnya ada sebanyak 70 band yang mendaftar untuk tampil di acara Live Music Acoustic. “Karena keterbatasan tempat dan waktu, kami hanya bisa menampung 11 band saja,” tuturnya.

Dipaparkan oleh pria berkepala plontos itu, nama-nama band “tuan rumah” yang ikut berpartisipasi dalam event hari itu, diantaranya adalah Kronologi, Pasdum, Soft-X, Mikrotik, Asbak’s, dan Pestaku.

Sedangkan band-band dari luar kota Depok yang ikut memeriahkan acara, antara lain The Bro (Jakarta Selatan), Unik (Bogor), serta High Dream Acoustic, dan Undersky (Bekasi).

Jeffry menyatakan apresiasinya kepada pihak-pihak yang mendukung dan ikut bekerja mensukseskan acara hari itu. “Terima kasih kepada Djarum Super, Yuzu Tea dan Kedai D’Bago, juga kepada para musisi yang tampil luar biasa, panitia pelaksana, pihak keamanan, serta masyarakat sekitar yang ikut mendukung acara ini,” ujarnya.

Dirinya juga mengucapkan terima kasih kepada pihak ZAP Pro, serta Mc Roy “Pinky Boy” Wibisono yang menjadikan acara tambah heboh dan semarak. “Terima kasih buat Mc Pinky Boy, juga ZAP Pro yang sudah mendukung dengan menampilkan Ariel, sehingga acara menjadi lebih seru dan semarak,” ungkap Jeffry.

Olay ZAP Pro menyatakan senang dan mendukung terselenggaranya acara Live Music Acoustic. “Saya sangat mendukung acara ini. Jika memungkinkan acaranya dibuat secara berkala,” ucapnya.

Sebagai wujud dukungannya terhadap kegiatan tersebut, Olay menerjunkan sebanyak 2 band yang masuk dalam arahan manajemennya, yaitu Ariel N The Boy dan Ibu Pertiwi untuk tampil dan mengiringi Ariel si drummer cilik terbaik.

Dijelaskan oleh Olay, Zildjian Ariel Prakoso atau biasa disapa Ariel adalah seorang drummer cilik yang sudah cukup tenar di dunia musik tanah air.

Ariel, sambung Olay, pernah menyabet rekor Museum Rekor Indonesia (Muri) sebagai penabuh drumm cilik terlama saat berusia 5 tahun. Bermain drumm selama 2 jam 15 menit dan memainkan 36 lagu secara medley tanpa henti, Ariel juga memegang predikat macan panggung karena kerap menjadi pemenang di beberapa acara festival drummer.

Sementara Panca vokalis band Ibu Pertiwi juga menyatakan apresiasinya dengan adanya Live Music Acoustic. Selaku bagian dari anggota Komunitas Djarum, Panca menyatakan rasa bangga dan salut terhadap rekan-rekan musisi yang telah hadir pada hari itu.

“Terima kasih khususnya buat teman-teman musisi dari luar Depok, yang sudah jauh-jauh datang ke sini untuk kumpul bareng,” tuturnya.  

Panca juga mengajak dan membuka ruang bagi orang-orang kreatif di kota Depok khususnya, untuk ‘nongkrong” dan berkumpul dalam komunitas Djarum untuk berbagi ide, gagasan, percikan pemikiran, dan kegiatan yang serba postif.

“Intinya, kita berkumpul bersama saling berbagi ide yang postif dan membangun, demi berpartisipasi dalam merawat rasa kebangsaan dengan seni,” imbuhnya.

Berita: Mh | Foto: Istimewa/Dok.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.