KLHK Gelar Pelatihan Penggunaan Drone untuk Pantau Hutan Indonesia

Jakarta |
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menggelar pelatihan Pemanfaatan Teknologi Drone untuk Pemantauan Sumber Daya Hutan selama empat hari di Bogor.

Pelatihan penggunaan teknologi pesawat tanpa awak atau UAV (Unmanned Aerial Vehicle) yang dimulai tanggal 9 hingga 12 Januari 2018, guna melengkapi data detail kondisi hutan yang memerlukan dukungan data gambar dengan resolusi tinggi.

Direktur Inventarisasi dan Pemantauan Sumber Daya Hutan mengatakan, teknologi drone dapat menjadi salah satu solusi untuk membuat informasi mendekati paruh waktu kejadian (near real time) dan dapat dilakukan sesuai kebutuhan waktu untuk inventarisasi sumberdaya hutan dengan hasil resulosi spasial yang sangat detail.

“Tak hanya itu, drone juga dapat dimanfaatkan untuk monitoring tutupan lahan, Target Obyek Reforma Agraria (TORA), obyek perhutanan sosial maupun monitoring kebakaran hutan dan lahan secara cepat dan efisien,” kata Ruandha Agung Sugardiman saat membacakan Sambutan Ditjen Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan, KLHK yang dirilis ppid.menlhk.go.id, Kamis (18/10).

Sementara itu, Direktur Program Kemitraan Dewi Rizki menyatakan apresiasi dan dukungannya dalam pelatihan ini. Menurutnya, kemitraan menilai pelatihan ini sangat penting dan berharap dapat mendukung pembangunan data SIMONTANA (Sistem Monitoring Pemantauan Sumberdaya Hutan).

Sistem ini, kata Dewi, bertujuan untuk menyajikan data sumber daya hutan nasional sebagai baseline forest refference emission level (FREL) dan mendukung Indonesia’s Nationally Determined Contribution (NDC) sebagai program pengendalian perubahan iklim.

Pelatihan ini melibatkan 32 peserta yang merupakan perwakilan Balai Pemantapan Kawasan Hutan seluruh (BPKH) Indonesia dan juga perwakilan KLHK. Pelatihan Pemanfaatan Teknologi Drone ini dilaksanakan dengan dukungan Pemerintah Norwegia dan Kemitraan.

Berita: Mh | Foto: Istimewa/Humas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *