Duren Sawit dan Penggilingan Juara Pengumpul ZIS 2017

Jakarta |
Dalam pengumpulan zakat, infaq dan shodaqoh (ZIS) tahun 2017 Kecamatan Duren Sawit dan Kelurahan Penggilingan menjadi juara 1 masing masing kategori se Jakarta Timur.

Namun keberhasilan itu sama sekali tidak terkait dengan pelayanan di PTSP (Pelayanan Terpadu Satu Pintu).

Keberhasilan itu semata mata karena kesadaran warga setempat serta kerjasama petugas operasional BAZIS dengan RT/RW.

Demikian dinyatakan Kepala Seksi Kesejahteraan Rakyat Kecamatan Duren Sawit Nurhasan dan Lurah Penggilingan Usdiyati di kantornya masing masing Rabu (31/1) dan Selasa (30/1).

“Yang penting kerjasama kita dengan pengurus RT/RW. Soalnya pemungutan ZIS itu tak boleh dikaitkan dengan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) yang ada di kantor Kecamatan,” kata Nurhasan.

Menurut Kepala Seksi Kesra Kecamatan Duren Sawit ini, selain RT/ RW, peran kalangan pendidikan dan sekolah juga cukup besar. “Baik dalam pengumpulan ZIS maupun donasi untuk PMI, peranan sekolah dan pendidikan cukup besar,” katanya.

Tercatat tahun 2017 Kecamatan Duren Sawit dengan 7 Kelurahan yang terdiri dari 96 RW dan 1105 RT itu berhasil menghimpun ZIS sebesar Rp 370.994.600 Itu berarti mencapai 121,85 persen dari target Rp 304.459.600.

Kepala PTSP Kecamatan Duren Sawit Buya M Razal Noor membenarkan di kantornya tak ada pungutan apapun baik itu ZIS maupun dana PMI. “Itu sudah peraturannya,” tandas Buya. Jadi bila hasil ZIS di sini besar itu murni kesadaran masyarakat sendiri.

Hal senada diungkapkan Lurah Penggilingan Usdiyati sehari sebelumnya. “Yang penting kita bekerjasama dengan RT/RW memberikan pengertian kepada warga bahwa setiap rupiah ZIS yang diberikan oleh warga akan kembali kepada warga dalam bentuk bantuan yang dibutuhkan,” kata Usdiyati.

Hal itu dibenarkan Kasi Kesra Penggilingan Priyati. Karenanya tahun 2017 Penggilingan meraih pebgumpulan ZIS Rp 340.494.000 dari target Rp 281.297.000. Menurut Lurah Usdayati, jumlah warga Penggilingan 113.992 jiwa dari 18 RW dan 232 RT. Kesadarannya membayar zakat , infaq dan shodaqoh cukup tinggi.

“Kami tak pernah mengaitkan pelayanan dengan ZIS. Namun banyak warga yang puas menerima pelayanan, dengan sukarela memberikan ZIS-nya,” ujar Lurah Usdiyati lagi. Ada gerai Bazis di kantor Kelurahan yang jaga juga bukan pegawai, melainkan warga sendiri, kader PKK.

Penggilingan juga dikenal memiliki Perkampungan Industri Kecil (PIK) yang diharapkan memberikan kontribusinya pada pengumpulan ZIS.

“Pada acara peresmian bedah rumah atau berbagai kesempatan kami selalu berikan pentingnya warga membayar ZIS yang bermanfaat kembali bagi warga yang membutuhkan bantuan,” tambah Priyati.

Sementara Kepala BAZIS Jaktim Dwi Busara menjelaskan Kelurahan Penggilingan dan Kecamatan Duren Sawit tahun 2017 berhasil menduduki peringkat tertinggi dalam menghimpun ZIS. Namun itu bukan untuk pertamakalinya.

“Kelurahan Penggilingan sudah sejak zamannya Pak Chaerudin jadi Kepala Bazis di sini tahun 2009 beberapa kali jadi juara,” ujar Dwi.

Juga Kecamatan Duren Sawit sedikitnya 2 kali meraih pengumpul ZIS terbanyak di kelasnya. “Mengenai penghargaan, nanti diusulkan dalam Sidang Pleno BAZIS bulan Februari mendatang,” pungkasnya.

Berita: Pri | Foto: Istimewa/Pri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: