Ditintelkam Polda Bali Ajak Media Wujudkan Ruang Publik Digital yang Positif
Denpasar – Direktorat Intelijen Keamanan Polda Bali (Ditintelkam Polda Bali) menggelar diskusi bertema “Menciptakan Ruang Publik Digital yang Positif” bersama insan media dan sejumlah elemen masyarakat di Denpasar, Bali.
Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan buka puasa bersama dan silaturahmi sebagai upaya memperkuat sinergi antara kepolisian dan media dalam menjaga ruang media sosial tetap kondusif di wilayah Bali.
Acara berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan. Momentum tersebut sekaligus dimanfaatkan untuk mempererat hubungan antara kepolisian dengan para jurnalis yang selama ini berperan dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.
Selain menjalin silaturahmi, pertemuan ini juga menjadi ruang diskusi untuk bertukar pandangan mengenai peran media dalam menjaga stabilitas keamanan serta menyampaikan informasi yang akurat, berimbang, dan bertanggung jawab kepada publik.
Kasubdit III Ditintelkam Polda Bali, Nengah Mudarya, Selasa (10/03), menegaskan bahwa Kepolisian Daerah Bali (Polda Bali) memiliki tanggung jawab untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat secara profesional dengan tetap menjunjung tinggi etika.
Menurutnya, hal tersebut sejalan dengan karakter Bali yang dikenal sebagai daerah yang harmonis dan terbuka bagi masyarakat dunia.
Ia menilai sinergi antara kepolisian dan media memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas keamanan di Pulau Dewata sekaligus mendukung citra pariwisata Bali sebagai destinasi yang aman dan nyaman bagi wisatawan.
“Acara ini penting dilaksanakan dalam rangka menyambung dan mempererat tali silaturahmi antara Polda Bali dengan rekan-rekan wartawan media yang ada di Bali,” ujarnya.
Dalam diskusi tersebut, berbagai isu turut dibahas, mulai dari pengalaman para jurnalis di lapangan hingga peluang kerja sama antara kepolisian dan media dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Bali.
AKP Nengah Mudarya juga menekankan pentingnya pemberitaan yang positif serta berbasis data dan fakta guna mencegah penyebaran informasi yang menyesatkan di ruang publik, khususnya di media sosial.
“Hal itu dilakukan melalui pemberitaan positif yang berdasarkan data dan fakta, termasuk komitmen bersama untuk mengedukasi masyarakat agar melawan berita hoaks yang berdampak negatif dan dapat mengganggu situasi Kamtibmas,” tegasnya.
Melalui kegiatan ini, Polda Bali berharap hubungan baik dengan media dapat terus terjalin sehingga informasi yang disampaikan kepada masyarakat tetap akurat, berimbang, dan bertanggung jawab, sekaligus menjaga situasi Bali tetap aman dan kondusif. (Gate 13/Foto: Ist./DivHumas Polri)
