Banjir, Wali Kota Batal Buka Musrenbang Malaka Jaya

Jakarta |
Karena meninjau banjir di Kampung Melayu bersama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, maka Wali Kota Jakarta Timur Bambang Musyawardana batal membuka Musrenbang (Musyarah Rencana Pembangunan) Kelurahan Malaka di aula kantor kelurahan itu, Selasa (6/2).

Pembukaan Musrenbang yang dijadwalkan jam 13.00 WIB terpaksa harus molor sampai pukul 14.05 WIB yang dilakukan Camat Duren Sawit Abu Bakar SE.

Hadir selain Lurah Malaka Jaya Lidiana Endah dan Kepala Suku Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Kasuban PPK) Jakarta Timur Hartati, juga para pimpinan atau satpel UKPD/Sudin terkait serta para ketua RW, LMK, Karang Taruna dan tokoh masyarakat.

Camat Duren Sawit Abu Bakar dalam pembukaan itu menjelaskan Walikota tak dapat hadir karena harus mendampingi Gubernur Anies Baswedan ke Kampung Melayu khususnya RW 04 yang mendapat kiriman banjir Ciliwung.

Sesuai laporan Lurah, Musrenbang ini membahas 134 usulan warga Malaka Jaya dari 13 RW atau 134 RT dengan nilai Rp 24.985.000.000 lebih.

“Dari 34 RT ada 134 usulan ya? Sepertinya ini satu RT mengajukan satu usulan, ya? Marilah kita ikuti bersama. Kalau ditolak tentu ada sebabnya misalnya terlalu kecil dan dapat dikerjakan pada tahun berjalan 2018 ini. Kalau diterima lanjut untuk perencanaan tahun 2019,” ujar Abu Bakar.

Semula dari 134 usulan itu ada 59 usulan sudah divalidasi setelah disurvai dan 47 usulan ditolak karena tak memenuhi syarat. Selebihnya dalam musyawarah itu masih banyak yang ditolak karena dapat diakomodasikan tahun 2018 dengan dengan kuota yang masih ada.

Ketika membahas usulan pembangunan lapangan futsal dan pemeliharaan lapangan bulutangkis RW 10, Kasuban PPK Jaktim Hartati menolak karena masih dapat dilakukan dengan swadaya kerja bakti dan alasan lainnya.

Saat itu terdengar Camat Abu Bakar nyeletuk,” Wah, ditolak deh usulan RW saya.” Ketua Forum RW se Malaka Jaya Andang Subaryono mengingatkan usulan hampir semua RW tentang penambahan dan penggantian titik lampu PJU.

Namun Fajar dari Sudin Peridustrian dan Energi Jaktim menjelaskan tahun 2018 ini ada program penambahan dan penggantian titik lampu sebanyak 11.000 titik dari yang sekarang ada (eksisting) sekitar 9.100 sampai 9.200 titik.

“Lampu lampu PJU itu diganti dengan lampu LED yang hemat enerji. Dengan lampu hanya 40 watt sama terangnya dengan 70 watt,” kata Fajar. Penggantian lampu PJU dengan jenis LED sudah mulai dilakukan di jalan jalan ptotokol dan jalan sepanjang BKT.

Mengenai usulan usulan yang ditolak Hartati menjelaskan nilainya kecil sehingga dapat disegerakan tahun 2018 ini juga. Nggak usah menunggu perencanaan 2019.

Sementara Sudin Damkar dan Penanggulangan Bencana Jakarta Timur menawarkan pelatihan gratis pencegahan dan pemadaman api dalam kebakaran termasuk teknik penggunaan APAR atau alat pemadam api ringan.

Diakui Lidiana Endah, usulan terbanyak menyerap anggaran adalah bidang pembangunan fisik sarana sumber daya air yang mencapai Rp 18,4 miliar dari seluruh usulan bernilai Rp 24,98 miliar lebih.

Berita: Pri | Foto: Istimewa/Pri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: