Alokasikan Rp500 Miliar, Kemenparekraf Rencanakan Gelar Program Perlindungan Sosial Bagi Para Pelaku Parekraf

Jakarta |
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) akan melakukan program perlindungan sosial bagi para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif sera berencana merealokasi anggaran sebesar Rp500 miliar yang potensinya juga akan terus dikembangkan.

”Kami akan berkoordinasi dengan Ibu Menteri Keuangan untuk dapat bisa melakukan bantuan, berbagai macam bantuan terhadap sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Juga Bapak Presiden tadi sampaikan stimulus ekonomi untuk sektor pariwisata dan ekonomi kreatif,” ujar Menteri Parekraf Wishnutama Subandrio, saat memberikan keterangan kepada pers usai mengikuti Rapat Terbatas (ratas) melalui konferensi video, Kamis (16/4).

Anggaran tersebut, lanjutnya, untuk pada masa sekarang ini, tanggap darurat yang sifatnya banyak misalnya di Jabodetabek hotel-hotel untuk para tenaga medis, transportasinya dan lain sebagainya.

“Tetapi ini bukan hal yang sederhana, sudah pernah saya sampaikan. Kenapa? Karena SOP kesehatannya dari Kemenkes maupun dari WHO itu harus tetap dipenuhi oleh hotel-hotel tersebut. Bukan cuma sekadarnya,” tandas Menparekraf.

Jadi, menurut Menparekraf harus cek hotel ini sanggup tidak memenuhi persyaratan tersebut, jangan sampai jadi masalah baru, misalnya nanti para petugas medisnya malah sakit atau para pekerjanya malah sakit sehingga ini juga yang menjadi salah satu prioritas di Kemenparekraf.

“Lalu berbagai macam aktivitas, seperti rencananya nanti kita akan melakukan gerakan masker kain misalnya. Itu kan juga memberdayakan UKM, berbagai macam UKM. Kita targetnya akan dalam waktu dekat ini mencapai satu juta masker kain, itu juga salah satu yang kita lakukan,” urai Menparekraf.

Menurut Wishnu, dirinya meyakini nanti industri pariwisata dan ekonomi kreatif dan banyak sekali sektor ekonomi kreatif ini yang terkait dengan sektor pariwisata, karena kondisi work from home (WFH) yang sedang terjadi sekarang. “Pariwisata justru bisa rebound dengan sangat signifikan,” ujarnya, dilansir portal Setkab, Kamis (16/4).

Jadi saat ini walaupun sedang menghadapi pandemi Covid-19, Kementerian Pariwisata tetap melakukan koordinasi dengan berbagai macam destinasi super prioritas dan yang utama untuk tetap mempersiapkan langkah-langkah nanti pada saat dapat melakukan rebound pasca pandemi Covid-19 ini,” terangnya.

Disamping itu, Menteri Parekraf juga mengatakan tentunya harus berkompetisi dengan negara lain setelah pandemi virus Corona (Covid-19) ini berakhir dan melakukan berbagai macam strategi ke depan.

Diungkapkan oleh Wishnutama, fokus utama pihaknya nanti  justru kepada hal-hal yang sangat basic di destinasi pariwisata, serta dirinya sudah membicarakan dengan beberapa Pemerintah Daerah (Pemda).

“Nanti sore juga saya akan berbicara dengan beberapa kepala dinas untuk fokus ke hal-hal yang sifatnya higienis, higienitas,” ucapnya.

Beberapa hal yang perlu diutamakan, sambung Whisnu, antara lain oilet, kebersihan, keselamatan, keamanan. Sehingga benar-benar balik ke soal basic dan training mengenai hospitality.

“Jadi fokusnya nanti ke arah sana untuk pasca Covid-19. Realokasi yang dimaksud adalah Kemenparekraf akan melakukan berbagai macam program yang sifatnya padat karya. Dan ini lagi kita akan explore lebih lanjut, belajar bersama kementerian-kementerian terkait untuk dapat melakukan hal ini, termasuk soal stimulus ekonomi untuk industri pariwisata dan ekonomi kreatif ini agar bisa bertahan melalui situasi yang saat ini terjadi,” ujarnya.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menurut Whisnutama meminta Kemenparekraf dan kementerian terkait mengkaji berbagai macam kebijakan untuk membantu perusahaan atau usah yang dengan syarat-syarat bisa tetap membayar gaji saat dirumahkan atau membayar gaji pegawai yang bekerja, tidak melakukan PHK, dan tetap memberikan THR dan lain sebagainya.

”Ada kebijakan-kebijakan tertentu untuk membantu perusahaan-perusahaan atau usaha-usaha di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif ini agar bisa melakukan hal-hal tersebut. Hal ini juga sedang dikoordinasikan dengan Kementerian Tenaga Kerja, Kementerian Keuangan, Kementerian Dalam Negeri, OJK dan lain sebagainya sehingga ada nafas untuk perusahaan-perusahaan untuk tetap menggaji karyawan atau memberikan THR,” paparnya.

Lebih lanjut menteri Perkraf itu juga menyampaikan, Presiden meminta pihaknya untuk melakukan exercise terhadap hal ini agar ini bisa dilaksanakan. “Memang trend ke depan dalam waktu dekat ini setelah pasca Covid-19 berakhir memang trend pariwisata stylenya akan berubah dan ini menurut saya harus juga kita antisipasi,” katanya.

Sementara soal Kartu Prakerja Soal Kartu Prakerja, Menteri Ketenagakerjaan dan Kemenparekraf juga terus melakukan berbagai macam koordinasi karena ada 1,1 juta yang terkait dengan tenaga kerja yang mendapatkan Kartu Prakerja.

Ditambahkan oleh Whisnu, juga ada sekitar 2,1 Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang terkait dengan pariwisata yang akan dibantu oleh Kemenkraf bersama dengan Kementerian Koperasi dan UMKM.

“Khusus untuk para pekerja  kreatif yang berkaitan dengan seni, kita bekerja sama juga dengan kementerian sosial untuk memberikan bantuan sosial secara langsung dan ini juga sedang dalam perencanaan agar lebih tepat sasaran. Kurang lebih demikian,” pungkas Menparekraf Wishnutama.

Berita: Red | Foto: Istimewa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: