Polda Bali-Kodam Udayana Tegaskan Sinergi TNI-Polri
Denpasar – Pergantian kepemimpinan di lingkungan Tentara Nasional Indonesia (TNI) tidak boleh mengurangi kesinambungan koordinasi dan kerja sama antarinstitusi dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah.
Semangat tersebut menjadi perhatian dalam pertemuan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Bali Irjen Pol. Dr. Pasma Royce, S.I.K., M.H., dengan Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto, S.H., M.H., menjelang penugasan barunya sebagai Pangdam V/Brawijaya.
Pertemuan berlangsung pada Selasa (20/10/2026), ketika Mayjen TNI Piek Budyakto melakukan kunjungan silaturahmi kepada Kapolda Bali sebagai bagian dari upaya menjaga hubungan kelembagaan yang telah terbangun antara Kodam IX/Udayana dan Polda Bali.
Dalam kesempatan tersebut, Irjen Pol. Pasma Royce didampingi Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Bali Brigjen Pol. I Made Astawa, S.I.K., M.Si., serta sejumlah pejabat utama (PJU) Polda Bali.
Kunjungan yang berlangsung dalam suasana akrab itu menjadi momentum untuk mempererat komunikasi antarpimpinan sekaligus menegaskan pentingnya kesinambungan kerja sama TNI-Polri, terutama dalam mendukung keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Bali.
Meski memiliki tugas pokok dan kewenangan berbeda, kedua institusi mempunyai kepentingan bersama untuk memastikan kondisi wilayah tetap stabil sesuai dengan tanggung jawab masing-masing.
TNI menjalankan fungsi pertahanan negara, sedangkan Polri bertugas memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum, serta memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.
Dalam pelaksanaan tugas di daerah, koordinasi antara unsur pertahanan dan keamanan diperlukan untuk mendukung kesiapsiagaan, memperlancar komunikasi, serta memperkuat kemampuan menghadapi berbagai dinamika yang berpotensi memengaruhi ketertiban masyarakat.
Bagi Bali, soliditas tersebut memiliki arti strategis. Selain menjadi pusat kegiatan pemerintahan dan perekonomian daerah, Pulau Dewata merupakan salah satu destinasi pariwisata utama Indonesia yang memiliki tingkat mobilitas masyarakat dan wisatawan cukup tinggi.
Aktivitas pariwisata, perdagangan, transportasi, hingga berbagai kegiatan keagamaan dan kebudayaan membutuhkan dukungan situasi keamanan yang terpelihara secara berkesinambungan.
Karena itu, hubungan kerja yang baik antara Polda Bali dan Kodam IX/Udayana diharapkan dapat mendukung koordinasi pengamanan kegiatan masyarakat serta memperkuat kesiapan masing-masing institusi dalam menjalankan tugas sesuai ketentuan yang berlaku.
Kunjungan Mayjen TNI Piek Budyakto juga memiliki makna tersendiri karena berlangsung menjelang perpindahan tugasnya dari Kodam IX/Udayana menuju Kodam V/Brawijaya.
Penugasan tersebut merupakan bagian dari mekanisme rotasi jabatan dan pembinaan karier perwira tinggi di lingkungan TNI Angkatan Darat.
Dalam organisasi militer, pergantian pimpinan merupakan proses yang bertujuan menjaga kesinambungan kepemimpinan, meningkatkan pengalaman penugasan, serta memastikan pelaksanaan tanggung jawab organisasi tetap berjalan secara efektif.
Namun, perubahan pejabat tidak berarti hubungan kelembagaan yang telah dibangun harus dimulai kembali dari awal.
Sebaliknya, komunikasi, koordinasi, dan kerja sama yang telah berjalan perlu terus dipelihara agar pergantian kepemimpinan tidak menghambat pelaksanaan tugas maupun pelayanan kepada masyarakat.
Hal inilah yang menjadi salah satu nilai penting dari pertemuan antara Kapolda Bali dan Mayjen TNI Piek Budyakto.
Silaturahmi tersebut mencerminkan hubungan profesional yang tidak hanya bertumpu pada kedekatan personal antarpimpinan, tetapi juga pada kepentingan kelembagaan untuk menjaga stabilitas keamanan wilayah.
Di tengah perkembangan tantangan keamanan yang semakin beragam, koordinasi lintas institusi menjadi salah satu unsur penting dalam mendukung upaya pencegahan dan penanganan potensi gangguan keamanan sesuai tugas dan kewenangan masing-masing.
Kerja sama yang efektif juga membutuhkan komunikasi yang terbuka, saling menghormati batas kewenangan, serta kemampuan membangun kesamaan pemahaman ketika menghadapi situasi yang memerlukan koordinasi.
Dalam konteks tersebut, hubungan antara Polda Bali dan Kodam IX/Udayana diharapkan terus berkembang melalui koordinasi yang konsisten, baik pada tingkat pimpinan maupun jajaran pelaksana di lapangan.
Kesinambungan komunikasi menjadi penting agar berbagai kebutuhan koordinasi dapat ditangani secara cepat dan terarah tanpa mengabaikan ketentuan hukum serta mekanisme organisasi masing-masing.
Selain itu, keterlibatan pemerintah daerah dan masyarakat juga merupakan bagian penting dalam mendukung terpeliharanya kondisi keamanan yang kondusif.
Stabilitas wilayah tidak hanya bergantung pada kesiapan aparat, tetapi juga membutuhkan partisipasi warga, komunikasi antarlembaga, serta kesadaran bersama untuk menjaga ketertiban dan mencegah timbulnya konflik.
Bagi sektor pariwisata Bali, keamanan merupakan salah satu faktor yang mendukung kenyamanan pengunjung dan keberlangsungan kegiatan ekonomi masyarakat.
Oleh sebab itu, penguatan sinergi TNI-Polri memiliki relevansi yang luas, bukan hanya terhadap pelaksanaan tugas aparat, tetapi juga terhadap terciptanya lingkungan yang mendukung aktivitas sosial dan ekonomi.
Seiring penugasan baru Mayjen TNI Piek Budyakto sebagai Pangdam V/Brawijaya, hubungan baik yang telah terjalin selama masa kepemimpinannya di Kodam IX/Udayana diharapkan tetap menjadi bagian dari fondasi kerja sama antarinstitusi.
Pergantian kepemimpinan diharapkan dapat berlangsung dengan tetap mempertahankan koordinasi dan komunikasi yang telah dibangun, sehingga pelaksanaan tugas masing-masing institusi terus berjalan secara berkesinambungan.
Pertemuan tersebut sekaligus mengingatkan bahwa soliditas TNI-Polri perlu diwujudkan melalui kerja sama yang profesional, terukur, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Melalui hubungan kelembagaan yang terjaga, Polda Bali dan Kodam IX/Udayana diharapkan mampu terus mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.
Dengan demikian, masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan rasa aman, sementara Bali tetap terpelihara sebagai daerah yang nyaman bagi penduduk serta wisatawan domestik maupun mancanegara. (Red/Gate 13/Foto: Ist./Divhumas)
Discover more from sandimerahputih.com
Subscribe to get the latest posts sent to your email.

