200 Anggota TNI AD Sambangi Museum di Kota Tua

Jakarta |
Sebanyak 200 anggota TNI AD mengunjungi Kota Tua dan 3 museum di sekitar Taman Fatahillah Kamis (25/1).

Para peserta Diklat Rindam Jaya Jakarta Timur itu sedang diperkenalkan pada heritage atau peninggalan sejarah dalam rangka memupuk rasa cinta tanah air.

Usai melakukan kunjungan ke Museum TNI Satria Mandala di Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta Selatan, kedatangan para Anggota TNI di kawasan wisata Kota Tua diterima langsung Komandan Rayon Militer (Danramil) Tamansari Mayor Rohani dan Kepala UPK Kota Tua Norviadi Setio Husodo.

“Saya bersama Kepala Museum Kesejarahan Jakarta Bu Sri Kusumawati dan Kepala Museum Seni Bu Esti Utami,” ujar Norviadi kepada wartawan, Kamis (25/1) sore. Menurutnya, kunjungan peserta Diklat Rindam Jaya ke Kota Tua ini atas ide Pangdam Jaya Mayjen TNI Jaswandi.

“Ini berkaitan dengan penyelenggaraan Wayang NKRI di Kota Tua dalam menyambut HUT ke 72 TNI di Kota Tua 29 September 2017 silam,” ujar Norviadi. Hadir saat itu Panglima TNI Jendral Gatot Nurmantyo dan mantan Wakil Presiden Try Sutrisno.

Saat mengunjungi Museum Wayang para anggota TNI dipandu 4 guide yang ada. “Para guide tadi yang memandu. Saya tak sempat karena Bu Esti sebagai Kepala Museum Seni sedang memeriksa finishing pekerjaan renovasi Museum Wayang,” ujar Sumardi Dalang, Kasatpel museum itu.

Di Museum Sejarah Jakarta para prajurit itu sempat mengagumi lukisan pertempuran antara tentara Mataram pimpunan Sultan Agung Hanyokrokusumo melawan tentara VOC Belanda di bawah Gubernur Jendral JP Coen.

Lukisan berukuran 3 dikali 10 Meter itu karya S Sudjojono tahun 1974, yang sebelumnya pernah dikonservasi oleh Balai Konservasi Pusat tahun 2008. Sekarang Balai Konservasi berubah menjadi Pusat Konservasi Cagar Budaya (PKCB).

Diakui Kepala Museum Kesejarahan Jakarta Sri Kusumawati, ada nuansa yang dirasa berbeda saat museum dikunjungani para prajurit TNI. Disamping lebih disiplin, lanjut Sri, derap langkah mereka dalam museum lebih terasa dan terdengar. Terlebih lantai museum yang terbuat dari kayu.

“Waktu naik tangga juga terdengar suaranya dan terasa getarannya,” kata seorang pengunjung yang dibenarkan Sri Kusumawati, maupun Kasatpel Museum Wayang Sumardi.

Setibanya di Museum Seni Rupa dan Keramik, para tentara diterima oleh Lilik Junaidi selaku Kasubag TU. Mereka semua menyempatkan foto bersama.

Tampak para prajurit menikmati pemandangan gedung-gedung kuno yang indah di Kota Tua. Termasuk gedung Museum Sejarah Jakarta yang pernah menjadi markas Kodim Jakarta Barat.

Berita: Pri | Foto: Istimewa/Pri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: