Wali Kota Depok Ajak Warga Lestarikan Tradisi Bebesan Kampung Pembaruan

Depok |
Dalam rangka menjaga dan melestarikan seni budaya khususnya Kota Depok, Camat Sukmajaya Tito Ahmad Riyadi, Minggu (22/9), menyelenggarakan acara gelar budaya, dengan menggandeng Forum Pembaharuan Kebangsaan (FPK) dan Kumpulan Orang-Orang Depok (KOOD).

Dengan tema ‘Tradisi Bebesan Kampung Pembauran Kumpulan Orang-Orang Depok’, acara hari itu dihadiri Wali Kota Depok Mohammad Idris dan Wakil Walikota Pradi Supriatna, serta beberapa tamu undangan dari beberapa wilayah di sekitar.

Acara yang digelar di taman burung Jalan Merdeka, Sukmajaya, Depok, berlangsung seru dan semarak, saat Camat Ahmad Riyadi ikut tampil sebagai mempelai pria dalam peristiwa Bebesan dengan iring-iringan para Lurah se Kecamatan Sukmajaya yang mendampingi.

Selain itu, acara Bebesan Kampung Pembaruan juga menampilkan berbagai seni budaya, diantaranya Gambang Keromong, Teater Kebon Pule, Silat,  Amprokan Besan, Sosialisasi Bahasa Depok, Tari melayu Betawi, serta pembacaan puisi anak sanggar Sanggar Sosial Bina Remaja (SSBR).

Dalam sambutan singkatnya, Wali Kota Mohammad Idris mengatakan menyambut baik acara tersebut. “Saya sangat bangga dan mengapresiasi acara yang di gelar ini di Kecamatan Sukmajaya ini. Semoga ini bisa menjadi contoh untuk wilayah lain,” ujarnya, seraya mengatakan tradisi seperti ini harus tetap dilestarikan dan di pertahankan.

Potensi-potensi yang ada ini, sambung Idris, harus diperkenalkan dan wajib juga melestarikannya. “Selain itu juga penataan kota yang humanis dan kota berbudaya di Kota Depok,” ucapnya.

Wakil Walikota Depok yang juga hadir menjelang sore hari dan memberikan kata sambutannya mengaku turut bangga atas kegiatan ini. Saat menyaksikan beberapa atraksi, tampak decak kagum dan bangga darinya. Pradi berharap seni budaya ini harus terus di tingkatkan dan dilestarikan.

Saat ditemui insan pers seusai acara Wakil Walikota Depok Pradi Supriatna menjelaskan bahwa, acara hari ini adalah kegiatan forum pembaharuan kebangsaan. “Tadi  sudah dibuka oleh Wali Kota Depok, kegiatan ini memang hampir di tiap kota bahkan di seluruh Indonesia, karena ini di bawah langsung Kemendagri pusat,” ungkapnya.

Bahkan saat kami ada di Kalimantan, lanjut Pradi, untuk menyamakan visi kita cinta terhadap tanah air, dari forum pembaruan ini pihaknya mengajak peran serta seluruh elemen masyarakat. “Sebetulnya bukan hanya budaya Betawi saja, namun seluruh unsur budaya didalamnya. Entah itu Jawa Sunda, Batak dan daerah manapun,” jelasnya.

Perlahan  namun pasti derap langkah kegiatan-kegiatan yang dilakukan ini mulai dirasakan termasuk sosial ekonomi selain kebudayaan. Menurut Pradi, hampir semua diseluruh Kecamatan dan sekarang sudah sampai di tingkat Kelurahan, kegiatan semacam ini terus berjalan.

“Karena ini sangat linier dengan kemajemukan yang ada di kota Depok artinya sangat dirasakan manfaatnya dengan berbagai macam keragaman yang ada di kota Depok. Hal seperti ini memang harus dan perlu ditumbuh kembangkan. Saya sangat  mengapresiasi dan saya berikan 4 jempol untuk acara ini,” tambahnya seraya bercanda.

Saat mengunjungi beberapa stan seni, Pradi terlihat tidak dapat menyembunyikan rasa kagumnya. “Ternyata banyak juga pelukis-pelukis yang ada di kota Depok. Cuma memang tempat yang mendukung untuk mereka berekspresi belum ada tempatnya. Mudah-mudahan nanti selesai rumah kreatif yang akan dibangun di GDC bisa menjadi salah satu tempat untuk unjuk kebolehan dari masing-masing para pelaku seni termasuk pelukis-pelukis yang ada di Sukmajaya Depok ini bisa tersalurkan,” harapnya.  

Sambil melintas  di setiap stan pengisi acara, Pradi pun melihat para peserta UMKM yang juga turut terlibat pada acara ini. Ia berpendapat jika dilihat dari kegiatan yang ada saat ini, bukan hanya panggung budaya saja yang ditampilkan namun bisa dilihat juga dari gabungan para pengusaha mikro yang memang begitu pesat jumlahnya di Kota Depok.

“Semoga kegiatan ini terus di tingkatkan mengingat begitu antusiasnya masyarakat dan penggiat ekonomi di dalamnya,” Pungkas Wakil Walikota Pradi.

Sementara dikesempatan yang sama, Camat Sukmajaya Tito Ahmad Riyadi menyampaikan, berharap kegiatan bertema Tradisi Bebesan Kampung Kolaborasi ini bisa berperan aktif di dalam mempersatukan suku-suku yang ada di wilayah Sukmajaya ini khususnya.

“Tapi  sekarang yang ditampilkan dari tradisi budaya Depok dan tidak menutup kemungkinan nanti juga tradisi budaya yang lain yang ada di Sukmajaya kita tampilkan,” ucap Camat Tito yang masih mengenakan pakaian pengantin.

“Yang penting kita semangati dulu bahwa sekarang harus bangkit harus mau turut serta berpartisipasi dalam program pemerintah setelah partisipasinya sudah tinggal kita lakukan koordinasi lagi untuk kegiatan lainnya,” imbuhnya.

Berita: Mh | Foto: Istimewa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.