Pendidikan

Unmas Denpasar Dorong Mahasiswa Tangkap Peluang Pasar Karbon

Denpasar – Universitas Mahasaraswati (Unmas) Denpasar menegaskan komitmennya dalam mendorong peran generasi muda pada sektor ekonomi hijau melalui kuliah umum bertajuk “Pasar Karbon sebagai Bisnis Masa Depan Generasi Muda Indonesia”.

Kegiatan yang digelar di Auditorium Ganesha, Gedung Rektorat Unmas Denpasar lantai 4, Rabu (11/2), diikuti pejabat struktural, dosen, serta mahasiswa secara luring dan daring.

Rektor Unmas Denpasar, Prof. Dr. I Ketut Sukewati Lanang P. Perbawa, S.H., M.Hum., dalam sambutannya menegaskan perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang adaptif dan inovatif menghadapi tantangan global, termasuk krisis perubahan iklim.

“Isu keberlanjutan bukan lagi pilihan, melainkan keniscayaan. Kampus harus menjadi ruang lahirnya gagasan dan solusi konkret, termasuk dalam pengembangan ekonomi hijau,” ujarnya.

Hadir sebagai narasumber utama, Ir. Triharyo Indrawan Soesilo (Hengki), MsChE., Wakil Ketua Dewan Ekonomi Hijau Indonesia sekaligus perwakilan Indonesia Carbon Trade Association.

Hengki merupakan putra Jenderal (Purn.) Soesilo Soedarman yang menjabat sebagai Menteri Koordinator Politik dan Keamanan pada era 1993-1998, serta adik dari Duta Besar Republik Indonesia untuk Amerika Serikat, Prof. Dr. Ir. Indroyono Soesilo, M.Sc.

Dalam paparannya, Hengki menjelaskan bahwa peningkatan emisi karbon dioksida (CO₂) secara signifikan sejak dekade 1960-an menjadi salah satu pemicu utama krisis iklim global.

Para ilmuwan, kata dia, memperkirakan dunia memiliki waktu yang semakin terbatas untuk menekan laju pemanasan global agar tidak melampaui ambang batas berbahaya.

“Sejak 2015, para pemimpin dunia telah menyepakati komitmen global penurunan emisi. Salah satu instrumen pentingnya adalah pengembangan pasar karbon sebagai mekanisme pembiayaan transisi,” jelas Hengki.

Ia menambahkan, Indonesia telah menyiapkan regulasi dan infrastruktur pendukung untuk memperkuat ekosistem perdagangan karbon nasional.

“Hal tersebut membuka ruang baru bagi dunia usaha, termasuk generasi muda, untuk terlibat dalam model bisnis berbasis keberlanjutan,” pungkas Hengki.

Kuliah umum berlangsung interaktif. Mahasiswa aktif mengajukan pertanyaan seputar peluang karier di sektor karbon, mekanisme perdagangan karbon, hingga potensi inovasi yang dapat dikembangkan dari lingkungan kampus.

Melalui kegiatan ini, Unmas Denpasar menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang responsif terhadap dinamika global dan proaktif dalam membangun kapasitas generasi muda.

Kampus diharapkan menjadi simpul penting dalam mendorong lahirnya pelaku ekonomi hijau yang profesional, berintegritas, serta berorientasi pada keberlanjutan lingkungan dan kemanusiaan. (Gate 13/Foto: Ist.)


Discover more from sandimerahputih.com

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Discover more from sandimerahputih.com

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading