Porprov 2019 Resmi Ditutup, Bali Fokus ke PON 2020 di Papua

Denpasar |
Pekan Olah Raga Provinsi (Porprov) Bali ke 14 Tahun 2019 telah usai dan secara resmi ditutup oleh Gubernur Bali I Wayan Koster, yang diwakili Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra di panggung terbuka Garuda Wisnu Serasi Tabanan, Bali, Kamis (19/9).

Porprov Bali ke 14 Tahun 2019 yang diselenggarakan sejak 9 September 2019 terlaksana dengan lancar dan sukses. Namun Sekda Dewa Indra mengingatkan agar para atlet, pelatih,official dan pembina olah raga terlena serta berpuas diri.

Prestasi tersebut, menurut Dewa Indra hendaknya dijadikan penyemangat untuk persiapan menghadapi Pekan Olah Raga Nasional (PON) 2020 yang akan diselenggarakan di Papua.

“Pembangunan bidang keolahragaan merupakan bagian dari proses dan pencapaian tujuan pembangunan nasional,” ujar Sekda Dewa Indra, dikutip situs Biro Humas Provinsi Bali, Jumat (20/9).

Sehingga, sambungnya, keberadaan dan peranan olahraga dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara telah ditempatkan pada kedudukan yang jelas dalam sistem hukum nasional. “Yaitu Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 Tentang Sistem Keolahragaan Nasional,” ujarnya.

Mengingat pentingnya peran bidang keolahragaan, penanganannya tidak bisa dilakukan secara asal-asalan, namun harus ditangani secara sungguh-sungguh dan profesional.

Menurut Sekda Dewa Indra, penyelenggaraan PORPROV setiap dua tahun sekali yang dilaksakan secara bergilir di Kabupaten/Kota menjadi bagian penting dalam upaya pemajuan bidang keolahragaan di Pulau Dewata.

“Ajang ini merupakan momentum yang sangat strategis untuk mengevaluasi keberhasilan pembinaan yang dilakukan masing-masing cabang olahraga di Bali,” ucapnya.

Tak semata bertujuan meraih prestasi, lanjutnya, Porprov juga merupakan ajang pembentukan dan pengembangan kerjasama para pihak yang terkait secara harmonis, terbuka, timbal balik dan menguntungkan.

“Ajang ini mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas dan sinergi untuk mendorong ketersediaan informasi yang dapat diakses, sehingga memberikan peluang bagi semua pihak untuk berperan serta dalam kegiatan keolahragaan,” pungkas Dewa Indra.

Dalam Porprov tahun ini, Kabupaten Tabanan sebagai tuan rumah mampu melepaskan predikat juru kunci yang telah disandang enam kali berturut-turut. Tabanan naik ke peringkat kelima dengan perolehan 29 medali emas, 32 perak dan 68 perunggu.

Sedangkan juara umum masih dipegang Kabupaten Badung dengan perolehan 157 medali emas, 107 medali perak dan 94 medali perunggu.

PORPROV ke-14 tahun 2019 melibatkan 9.167 orang yang terdiri dari 4.517 atlet, 2.128 official, 498 wasit dan juri,1.450 panitia dan 534 volunteer.

Berita: Sigit | Foto: Istimewa/Humas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: