Nelayan Tuna Aceh dapat Pelatihan Teknik Pengolahan Tuna Berkualitas

Banda Aceh |
Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Aceh bekerjasama dengan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), dan UD Nagata, serta Persatuan Nelayan Tuna Aceh (PENATA) menyelenggarakan kegiatan pelatihan peningkatan kapasitas nelayan tuna, di gudang Cold Storage Ikan UD Nagata, Banda Aceh, Kamis, (16/8).

Pelaksanaan pelatihan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan skill nelayan Aceh dihadiri oleh 30 orang peserta yang merupakan nelayan tuna dan 5 orang buruh processing pengolahan tuna.

Penyelenggara kegiatan Syafaruddin Chan mengatakan, dari proses pelatihan ini diharapkan para peserta pelatihan akan mendapatkan peningkatan pengetahuan dan keahliannya sebagai nelayan tuna, sehingga mempermudah dalam melakukan pekerjaannya.

Dalam kesempatan itu, Syafaruddin memaparkan cara sederhana dalam menangani tuna agar menghasilkan tuna yang kualitasnya mampuni.

“Salah satu materi dasar yang diajarkan pada kesempatan peningkatan kapasitas ini, adalah tentang teknik penanganan ikan tuna yang baik dan sesuai dengan standar agar berkualitas grade A,” katanya.

Syafaruddin memaparkan langkah sederhana yang harus dilakukan nelayan tuna. Mulai dari proses penangkapan, melumpuhkan ikan dengan menusuk bagian titik lunak pada bagian atas kepala ikan tuna, mengeluarkan darah ikan melalui teknik sayatan pada bagian tubuh ikan, sampai pada proses penyimpanan ikan dalam pendingin yang membutuhkan komposisi 70 persen es dan 30 persen air laut.

Disamping itu, peserta juga diajarkan bagaimana mengunakan tehnologi Global Positioning System (GPS) dan radio mobile agar memudahkan dalam pendeteksian ikan.

“Dengan pengetahuan dan keahlian tersebut, mereka dapat menghasilkan tuna yang berkualitas sehingga bisa berkompetisi dan menembus pasar ekspor,” ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman yang membuka pelatihan, berharap kegiatan ini dapat meningkatkan keahlian nelayan tuna dalam berkerja sehingga meningkatkan kualitas kesejahteraannya.

Menurut Aminullah, peningkatan kapasitas nelayan tuna merupakan hal yang sangat penting dilakukan. Selama ini karena keterbatasan pengetahuan dan keahlian, nelayan di Banda Aceh mengalami kendala dalam menangani ikan tuna agar berkulitas.

“Kualitas tuna sangat perlu ditingkatkan agar memiliki nilai jual tinggi dan dapat diekspor,” kata Aminullah, seraya mengajak masyarakat mengoptimalkan potensi laut untuk mendukung peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat di Banda Aceh

Pada kesempatan itu, Wali Kota Aminullah Usman juga mengucapkan apresiasi kepada pihak Unsyiah, UD Nagata dan Lembaga PENATA yang telah menyelenggarakan kegiatan pelatihan untuk nelayan tuna ini.

Diungkapkan oleh Aminullah, bahwa Kota Banda Aceh tidak memiliki gunung, sawah dan kebun yang luas, yang ada hanya laut dan ikan.

“Maka mari kita optimalkan pemanfaatan potensi laut yang kita miliki ini untuk mendukung peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat di Banda Aceh,” ajaknya.

Pemerintah Kota Banda Aceh, sebut Wali Kota Aminullah, mendukung penuh pelaksanaan kegiatan ini, karena sejalan dengan program dalam menurunkan angka kemiskinan yang tertera dalam visi-misi dan RPJM pemerintah.

Disamping itu, kegiatan ini juga mendukung percepatan pencapaian Tujuan Pembangunan Beberlanjutan (TPB)/SDGs yang menjadi acuan pemerintah dalam pembangunan secara global.

Seketaris PENATA Teuku Ayatullah Bani Baeit, dalam paparannya mengatakan bahwa pemanfaatan hasil laut akan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

“Salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi daerah adalah sumber daya alam, dan keberadaan laut penghasil tuna terbaik ini penjadi peluang bagi nelayan di Aceh untuk melakukan ekspor,” tuturnya.

Menurutnya, di saat yang sama kegiatan ini juga menjadi peluang bagi Kota Banda Aceh untuk mengembangkan potensi kelautan nya yang dapat meningkatkan pendapatan daerah.

“Kita berharap Kota Banda Aceh menjadi pintu utama ekspor tuna terbesar di Indonesia. Sebab dengan letak posisinya saat ini, Banda Aceh menjadi salah satu area penangkapan Ikan tuna terbesar di Samudera Hindia,” ujarnya.

Ditegaskan oleh Teuku Ayatullah, bahwa butuh komitmen bersama dan upaya kolaborasi serius untuk mendorong peningkatan kapasitas para nelayan tuna agar mampu menghasilkan jumlah tangkapan yang berkulitas dengan standar ekspor.

“PENATA mengharapkan dukungan dari pemerintah Kota Banda Aceh, melalui bantuan pembuatan boat yang dilengkapi dengan alat teknologi kepada nelayan Kota Banda Aceh agar memudahkan dalam menangkap tuna dan terjamin keamanannya,” pungkasnya.

Selain Wali Kota Aminullah Usman, acara pelatihan juga dihadiri oleh Ketua PKK Kota Banda Aceh, para pengurus PENATA, pihak penyelenggara dari Unsyiah, dan Dinas Kelautan dan Perikanan Banda Aceh.

Berita: Machfud | Foto: Istimewa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.