Mutasi Pati dan Pamen di Tubuh Polri, Kombes Andi Fairan Jabat Irwasda Sulsel

Markas Besar Kepolisian negara Republik Indonesia (Mabes Polri) merotasi jajarannya secara besar-besaran kali ini. Sejumlah nama perwira tinggi (pati) dan perwira menengah (pamen) disebut bakal mengisi jabatan baru.

Denpasar |
Mutasi besar-besaran terhadap 667 personel di jajaran polri tersebut tertuang dalam Telegram Rahasia (TR) bernomor ST/1377/V/KEP./2020, ST/1378/V/KEP./2020, ST/1381/V/KEP./2020, ST/1382/V/KEP./2020, dan ST/1383/V/KEP./2020 tertanggal 1 Mei 2020.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Argo Yuwono kepada awak media mengatakan, bahwa yang dimutasi dan dipromosikan adalah anggota terbaik Polri yang sudah melalui proses penilaian obyektif.

Menurut Argo, Kapolri Jenderal Idham Azis sering kali memotivasi para anggotanya untuk menoreh prestasi, serta menekankan tak ada lagi upaya cari jabatan dengan cara yang menyimpang. “Sistem urut kacang dan tradisi kepemimpinan di Polri,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Argo Yuwono, di Jakarta, Sabtu (2/5).

Dalam TR tersebut Kapolri Idham Azis menunjuk Brigjen Ahmad Lutfhi yang sebelumnya menjabat sebagai Wakapolda Jateng, kini dipercaya menjadi orang nomor satu di wilayah tempatnya bertugas.

Brigjen Ahmad Lutfhi menggantikan Irjen Rycko Amelza Dahniel yang dipromosikan sebagai Kepala Badan Intelijen Keamanan (Kabaintelkam) Polri, menggantikan Komjen Agung Budi Maryoto.

Sedangkan Irjen Luki Hermawan yang menjabat Kapolda Jawa Timur (Jatim) dimutasi menjadi Wakil Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Wakalemdiklat) Polri, menggantikan Irjen Boy Rafli Amar yang dipercaya mengepalai Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT).

Posisi yang ditinggalkan Irjen Luki Hermawan selanjutnya dipercayakan kepada Irjen Fadil Imran yang saat ini menjabat sebagai Staf Ahli Kapolri Bidang Sosial Budaya (Sahlisosbud) Kapolri.

Kemudian mutasi juga terjadi di wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng), Irjen Ilham Salahudin yang sebelumnya menjabat Kapolda juga dimutasi menjadi Analisis Kebijakan (Anjak) Utama Inspektorat Pengawasan Umum (Itwasum) Mabes Polri.

Posisi yang ditinggalkan oleh Irjen Ilham Salahudin akan diisi oleh Brigjen Dedi Prasetyo yang kini menjabat sebagai Kepala Biro Pembinaan Karier Staf Sumber Daya Manusia (Karo Binkar SSDM) Polri.

Selanjutnya mutasi juga terjadi di Polda Bali, Komisaris Besar (Kombes) Polisi Andi Fairan yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) dipercaya untuk mengisi jabatan baru sebagai Inspektur Pengawas Daerah (Irwasda) Polda Sulawesi Selatan (Sulsel).

Menjabat selama 2 tahun sebagai Dirreskrimum di Polda Bali, Kombes Pol Andi Fairan terbilang rutin memecahkan kasus-kasus besar yang pernah terjadi di Pulau Seribu Pura tersebut.

Lulusan Akademi Polisi (Akpol) tahun 1990 dan Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) tahun 2000 itu banyak mengungkap peristiwa perbuatan melawan hukum, mulai dari kasus premanisme, kejahatan perbankan, punggutan liar (pungli), hingga kasus mafia tanah di Bali.

Kerja keras Andi Fairan yang merupakan putera kelahiran Sulsel itu juga pernah berhasil memecahkan sejumlah kasus fenomenal yang menghiasi pemberitaan media-media massa di tanah air beberapa waktu lalu.

Diantaranya adalah kasus penipuan yang melibatkan mantan Wakil Gubernur Bali KS dan mantan Ketua Kadin Bali AANA terkait kasus penipuan izin pengembangan proyek Pelabuhan Benoa, Denpasar.

Kepada awak media, Andi mengatakan semua keberhasilan yang diraih dalam menuntaskan tugasnya selama di Bali adalah bentuk pengabdiannya kepada institusi Tribrata dengan semangat profesional, modern dan terpercaya (promoter).

“Sebagai anggota polri, saya melaksanakan tugas pokok sebagai penegak hukum dan memelihara kamtibmas (keamanan dan ketertiban) di tengah masyarkat,” ujar pria yang kerap kali menjebloskan ke hotel prodeo para warga negara asing (WNA) pelaku kejahatan pencurian informasi kartu kredit atau debit (skimming) dengan barang bukti (BB) miliaran rupiah.

Dirinya juga mengaku bersyukur dan berterima kasih telah didukung oleh tim yang solid dan beberapa pihak selama bertugas di Bali, sehingga semua pekerjaan dan pengabdiannya bisa berjalan dengan baik.

“Terimakasih juga kepada masyarakat Bali. Jika ada tutur kata saya yang salah selama di Bali, saya mohon maaf,” pungkas Andi.

Jabatan Dirreskrimum yang yang ditinggalkan Kombes Pol Andi Fairan kemudian diisi oleh Kombes Pol Dodi Rahmawan yang sebelumnya menjabat Direktur Reserse Narkoba (Dirresnarkoba) Polda Sulteng.

Perwira lain di lingkungan Polda Bali yang mengalami rotasi adalah Kombes Pol Didi Hariadi Sopandi yang sebelumnya bertugas di Direktur Pengamanan Objek Vital (Dirpamobvit) diangkat sebagai Kepala Sekolah Polisi Negara (Ka SPN) Polda Jateng.

Posisi yang ditinggalkan Didi, selanjutnya diisi oleh Kombes Pol Hari Sindu Nugroho yang sebelumnya menjabat Kepala Bidang Hukum (Kabidkum) Polda Riau.

Sedangkan Kombes Pol Hadi Purnomo yang sebelumnya menjabat Direktur Kepolisian Air dan Udara (Dirpolairud) Polda Bali dimutasi sebagai Anjak Madya Bidang Polair Badan Pemelihara Keamanan (Baharkam) Polri.

Tugas sebagai Dirpolairud Polda Bali selanjutnya dijabat oleh Kombes Pol Toni Ariadi Effendi yang sebelumnya menjadi Anjak Madya Bid Polair Baharkam Polri.  

Ajun Komisaris Kombes Polisi (AKBP) Endang Rukandi yang sebelumnya Kepala Bidang Keuangan (Kabidkeu) Polda Bali dimutasikan sebagai Kabidkeu di lingkungan Polda Banten.

Jabatan Endang selanjutnya diisi oleh Kombes Pol Andi Mayangkara yang sebelumnya menjabat Kabidkeu Polda Maluku Utara (Malut).

Selanjutnya putera asli Bali AKBP I Nyoman Mertha Dana dipercaya sebagai Inspektur Bidang Inspektorat Pengawasan Daerah (Irbid Itwasda) Polda Bali. Sebelumnya Nyoman Mertha Dana bertugas sebagai Kapolres Seluma di wilayah Polda Bengkulu.

Terakhir nama Irjen Petrus Reinhard Golose tidak masuk dalam daftar mutasi. Jenderal bintang dua spesialis anti teror itu dipastikan tetap menjadi orang nomor satu di lingkungan Polda Bali.

Menjabat sebagai Kapolda selama kurang lebih 3 tahun, pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara (Sulut) itu dikenal sangat tegas dan tidak pandang bulu dalam penegakan hukum. Irjen Petrus Golose tidak memberi ruang bagi aksi kriminalitas, seperti praktik mafia tanah dan premanisme di Bali.

Berita: Sigit | Foto: Istimewa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: