Menristekdikti Optimis dengan Pendidikan Jarak Jauh APK akan Meningkat Pesat

Yogyakarta |
Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir (Menristekdikti) mengatakan, bahwa jumlah perguruan tinggi di beberapa wilayah di Indonesia seperti Papua dan Papua Barat masih terbatas.

Oleh karena itu Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) merupakan salah satu solusi tepat untuk meningkatkan akses pendidikan tinggi di daerah tersebut.

Hal itu diungkapkan oleh Menristekdikti M Nasir dalam Rapat Kerja Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah XIV Papua dan Papua Barat yang dilaksanakan di Indoluxe Hotel, Yogjakarta (7/5).

Menurut M nasir, pendidikan tinggi merupakan salah kunci dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) suatu negara. Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) mengemban tanggung jawab besar untuk meningkatkan akses pendidikan tinggi untuk seluruh anak bangsa dari Sabang sampai Merauke.

“Angka Partisipasi Kasar (APK) Pendidikan Tinggi Indonesia baru pada angka 31,5 persen, dengan skema peningkatan akses secara konvensional, rata-rata peningkatan APK hanya 0,5 persen per tahun,” ujar Nasir dilansir laman ristekdikti.go.id.

Namun dengan PJJ, tambah Menristekdikti M Nasir, APK akan meningkat lebih signifikan. Dirinya optimis Tahun 2022-2023 APK pendidikan tinggi bisa di angka 40 persen.

Diingatkan oleh Nasir agar proses pembelajaran dengan sistem PJJ tidak boleh melupakan kualitas. “Baik perguruan tinggi negeri maupun swasta dapat menjalankan program PJJ sesuai dengan peraturan yang ditetapkan oleh Kemenristekdikti,” tegasnya.

Kopertis memiliki tugas pembinaan terhadap perguruan tinggi swasta yang ingin mengembangkan PJJ di kampus mereka. “Perguruan tinggi yang belum memiliki program jarak jauh dapat belajar dari perguruan tinggi yang sudah memiliki program tersebut,” tuturnya.

Pembelajaran Jarak Jauh dengan proses pembelajaran daring sangat membutuhkan dukungan infrastruktur jaringan internet yang baik, Menristekdikti telah meminta dukungan dari PT Telkom untuk meningkatkan jaringan internet di perguruan tinggi wilayah Papua dan Papua Barat agar tidak tertinggal dari perguruan tinggi di pulau Jawa.

“Kedepannya diharapkan program pembelajaran daring tersebut dapat berguna untuk meningkatkan kualitas pendidikan suatu PT dalam menghadapi Persaingan Secara global,” harapnya.

Pada kesempatan ini Menteri Nasir kembali mengingatkan pimpinan perguruan tinggi untuk meningkatkan kualitas institusinya, yang dapat diukur dari akreditasinya. Tren meningkatnya akreditasi perguruan tinggi swasta di sambut dengan baik oleh Menteri Nasir. Saat ini sudah ada 27 PTS dengan akreditasi A di bawah binaan Kemenristekdikti.

“Pendampingan terus dilakukan agar perguruan tinggi terakreditasi A lebih merata, dan tidak hanya berkonsentrasi di pulau Jawa,” pungkas Mohamad Nasir.

Rapat Kerja Kopertis Wilayah XIV  mengangkat tema “Meningkatkan Kualitas Perguruan Tinggi Swasta yang Mandiri dan Berdaya Saing Menyongsong Optimalisasi Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi. Rapat kerja ini dibuka secara resmi oleh Menristekdikti dengan pemukulan Tifa.

Turut hadir dalam acara ini Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek dan Dikti Ali Ghufron Mukti, Koordinator Kopertis Wilayah XIV Suriel S Mofu, Koordinator Kopertis Wilayah V Bambang Supriyadi, serta tamu undangan lainnya.

Berita: Sigit | Foto: Istimewa/BKKP Kemenristekdikti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *