Menristekdikti Beri Orasi Ilmiah dan Resmikan RS Unud di Bali

Dalam sambutannya Menristekdikti Mohamad Nasir mengatakan, pembangunan kesehatan merupakan bagian integral dari pembangunan nasional.

“Rumah Sakit Perguruan Tinggi Negeri (RS PTN) diharapkan dapat memperkuat pembangunan kesehatan Bangsa Indonesia, melalui pendidikan dan penelitian klinik yang berbasis pelayanan kesehatan,” ujar Nasir.

Diakui oleh Menristekdikti Mohamad Nasir, bahwa dirinya bangga RS Udayana dapat menjalankan fungsinya dalam pelayanan kesehatan yang paripurna dan prima, sebagaimana perolehan izin operasional RS Kelas C, sekaligus sebagai pusat layanan pendidikan kesehatan dan penelitian.

“Perlu sinergitas berbagai pihak, antara dokter, infrastruktur, dan sistem pelayanan. Semuanya harus terintergrasi dengan baik,” ungkap Menristekdikti.

Nasir juga mengemukakan bahwa relevansi kompetensi pendidikan terhadap kebutuhan pelayanan kesehatan, sangatlah penting bagi pembangunan kesehatan bangsa, sekaligus sebagai upaya peningkatan daya saing tenaga kesehatan.

“Fungsi RS PTN ini adalah bagaimana mendidik calon dokter spesialis, mendidik mahasiswa fakultas kedokteran, melayani masyarakat, dan mengembangkan riset,” tambahnya.

Hingga saat ini, sambung Nasir, telah dibangun 25 RS PTN yang pengelolaannya menjadi tanggung jawab PTN.

“RS PTN didorong untuk menjadi center of excellence dalam penelitian dan inovasi bidang kesehatan yang sesuai dengan kearifan lokal. RS PTN juga dituntut mampu memenuhi kebutuhan masyarakat,” pungkasnya.

Rektor Unud AA Raka Sudewi dalam sambutannya mengatakan, bahwa pembangunan gedung RS Unud selesai pada tahun 2010, ditandai dengan pemindahan operasional Klinik Unud.

Menurut Raka Sudewi, salah satu layanan masyarakat yang akan diselenggarakan RS Unud adalah Poliklinik Travel Medicine.

“Kami berharap layanan baru ini, sekaligus merupakan layanan unggulan Rumah Sakit Universitas Udayana, dapat mendukung kegiatan pariwisata di Bali dan khususnya Badung Selatan, di mana Rumah Sakit Universitas Udayana beroperasi,” ucapnya.

Pelayanan RS Unud, saat ini meliputi 14 Poliklinik Spesialis, yaitu Poliklinik Anak, Bedah, Fisioterapi, Gigi, Kandungan dan Kebidanan, Kulit dan Kelamin, Mata, Orthopedi, Penyakit Dalam, Psikiatri, Saraf, THT-KL, Umum, dan Psikologi.

Hingga saat ini, tercatat 19 penelitian yang telah dilakukan di RS Unud, yang terdiri dari berbagai bidang ilmu pendidikan yang dilakukan mahasiswa, dosen, maupun pegawai RS.

Kerja sama di bidang stem cell dalam upaya pengembangan RS Unud juga telah dilakukan dengan Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan).

Unud kedepannya akan menjadikan Akreditasi Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit (SNARS) sebagai acuan penyelenggaraan RS berstandar nasional maupun internasional.

“Penguatan inovasi dan hilirisasi riset adalah strategi Kita untuk mempercepat Unud menjadi World Class University,” pungkas Rektor Unud.

Sementara itu, Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta turut menyatakan dukungannya terhadap peningkatan kesehatan di Bali, terutama Badung.

Pemda Badung telah melaksanakan berbagai program untuk kesejahteraan masyarakat, antara lain Bantuan Sosial (Bansos) untuk warga Badung bernama Santunan Penunggu Pasien.

“Penunggu yang dimaksud adalah pihak keluarga dan lainnya yang menunggu rawat inap pasien. Ia adalah warga Badung yang ditunjuk oleh pasien yang dirawat di kamar Kelas 3 di pusat pelayanan kesehatan masyarakat,” terang I Nyoman Giri Prasta.

Orasi Ilmiah Menristekdikti

Pada kesempatan yang sama yang bertepatan Dies Natalis ke 56 Unud, Menristekdikti juga memberikan orasi ilmiah terkait kebijakan pemerintah dalam memperaiapkan generasi muda dalam menghadapi globalisasi era revolusi industri 4.0.

Disebutkan oleh Menteri Nasir, berdasarkan data PricewaterhouseCoopers (PwC) 2017, Potensi ekonomi Indonesia pada 2050 berada pada peringkat 4 Dunia.

Demi tercapainya pertumbuhan ekonomi tersebut, lanjutnya, dukungan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) melalui pendidikan tinggi, yang diarahkan untuk mendorong lulusan yang mampu menciptakan lapangan kerja, melalui kewirausahaan (entrepeneur), dengan bertujuan untuk mengatasi pengangguran terstruktur.

“Pada era revolusi industri 4.0 saat ini, pendidikan sangat penting untuk harus terus berpacu dengan inovasi sosial dan teknologi, seperti kecerdasan buatan, Big Data, dan Internet of things,” ujar Menristekdikti.

Disebutkan oleh Menristekdikti, bahwa usia ke 56 adalah usia yang matang untuk mewujudkan Unud sebagai World Class University (WCU) di tahun 2027.

Tampak hadir dalam acara hari itu, Kepala LLDIKTI Wilayah VIII I Nengah Dasi Astawa, Dirjen Sumber Daya Iptek Dikti Ali Ghufron, Staf Ahli Menteri Bidang Infrastruktur Hari Purwanto, Kepala Biro Kerja Sama dan Komunikasi Publik Nada Marsudi, Pejabat Eselon II di Lingkungan Kemenristekdikti lainnya, dan seluruh civitas Academica Unud.

Berita: Sigit | Foto: Istimewa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.