Mengenal HM Yasin MD, Penemu Cara Mudah Belajar Baca Quran dengan ‘Metode Dalang’

Depok |
Benak dari sosok Haji Muhammad Yasin MD selalu terbesit rasa prihatin dan sekaligus tanggung jawab seorang muslim untuk mampu membaca, berbahasa, dan berbudaya Qur’ani.

Berangkat dari situlah pria yang dilahirkan pada pada 21 Januari 1969 di sebuah desa terpencil bernama Klitikan, Kecamatan Kedungjati, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, terdorong untuk mencari cara alternatif membaca tulis kitab suci Al-Quran.

Pada bulan Agustus 1999, Haji Muhammad Yasin MD menemukan metode mudah belajar Al Qur’an yang disebut “Metode Dalang” berbentuk buku, yang terus dikembangkan hingga sekarang. Pemegang atau Holder of Metode Dallang itu juga pernah menulis dan menerbitkan buku berjudul “Konstruksi Sunan Kalijaga Kembali ke Kitabullah”.

Menurut pria yang akrab disapa Ustadz Ki Dalang tersebut, sejak usia belia ia ditempa dan dibesarkan dalam alam dan kemerdekaan berpikir yang merupakan buah dari akal dan iman yang diberikan oleh Sang Pencipta.

Sejak ditinggal sang ayah pada bulan April 1984, dengan berbekal STTB  SD Negeri Klitikan, SMP Islam Sudirman Kedungjati, Yasin kerap aktif di Organisasi Intra Sekolah (OSIS) Bidang Kerohanian SMA Negeri 2 Grobogan. Sebagai pelajaran ekstra kurikuler (ekskul) ia memilih Gamelan yang sudah menjadi alat musik favoritnya.

Bermodalkan gemar bersilahturahmi, beberapa daerah seperti Serang Banten, Lampung, Cianjur, Sukabumi, dan Ibu Kota Jakarta pernah dijajaki Yasin guna belajar serta menemukan ilmu dan kebenaran dalam pencariannya.  

Selama perjalanannya dibeberapa daerah, ia sempat bertemu dengan beberapa tokoh diantaranya adalah Abah H Habib Cigading, hingga Abah H Syamsudin Pesantren Hasyimiyah Cigading di Cilegon, Banten.

Masih di wilayah Cilegon, saat menetap di Institut of Management Kota Baja Cilegon pimpinan Bapak Abu Bakar, Yasin sempat mendapat ilmu dari Abuya KH Ubaidillah “Darul Jalal”, serta Korps Mubalig Iqra’ Yaprija Pimpinan KH Kosim Nurseha, Buya KH Royanudin sesepuh Pesantren Al Istiqomah, dan lainnya.

Berbarengan dengan menjalani proses belajar, sejak tahun 1994 Yasin juga sempat aktif menularkan ilmu yang dimilikinya sebagai instruktur dengan menggelar pesantren kilat bersama Yayasan Bina Insani, Yayasan Al Fitrah Indonesia, dan Yayasan Trisna Asih Bandar Lampung.

Ustadz Yasin dalam perjalananya tercatat pernah mendirikan Yahadi Foundation bersama Ketua Yayasan Bina Sarana Informarika (BSI) H Herman Pratikno dan motivator ternama Pendiri ESQ H Ary Ginanjar Agustian. Yahadi Foundation ini merupakan lembaga nirlaba yang didedikasikan untuk pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) dan Pendidikan di Indonesia.

Selama pengalamannya bekerja, Yasin pernah ikut membidangi Koperasi Teknologi Komputer Indonesia (KTKI) di beberapa perusahaan swasta dan badan usaha, majelis ekonomi milik PP Muhammadiyah, serta aktif sebagai anggota DPW Liga Muslim Indonesia.

Menurut Ustadz Yasin, metode temuannya tersebut sudah populer dan kerap digunakan banyak kalangan, mulai dari perorangan hingga beberapa instansi pemerintah maupun swasta.

Beberapa instansi yang pernah menerima mendapatkan pembelajaran mudah belajar Al Qur’an Metode Dalang antara lain, Indosat, ANTV, TVRI, Indosiar, Dephankam, Mabes TNI, Departemen Pertanian, Departemen Kehutanan dan Perkebunan, Radio Ramako, beberapa Walikota dan jajarannya di Kalimantan Timur.

Ustadz Yasin juga tetap menerapkan metode penemuannya di majelis-majelis taklim dan sekolah-sekolah di seluruh wilayah Indonesia.

Saat ini, penulis yang senang bercanda dan humor ketika melakukan pelatihan tengah membangun sebuah website komunitas  www.kembalikekitabullah.com, yang didedikasikan Ustadz Yasin untuk membangun semangat kembali kepada Allah dalam setiap lini kehidupan dengan merujukkannya kepada Kitabullah Al Qur’an.

Sedangkan buku lain karya Ustadz Ki Dalang yang berjudul ‘Rekonstruksi Sunan Kalijaga Kembali Ke Kitabullah’  mengupas secara tuntas makna dan hakikat terdalam yang relevan dangan segala hal di sisi Allah. Karena menurutnya, seluruh tujuan yang dijalaninya adalah ma’rifat kepada Allah SWT dengan jalan kembali ke Kitabullah.

Buku yang berjudul ‘Rekonstruksi Sunan Kalijaga’ ini memiliki latar belakang untuk mengingatkan kembali filosofi dan ajaran Sunan Kalijaga dalam meneladani Rasulullah SAW yang senantiasa mengajarkan umat manusia  untuk selalu memiliki 4 Sifat Kerasulan, agar bisa terjaga kehormatan dan harga dirinya.

Di dalam buku tersebut tertuang pengetahuan tentang rahasia dakwah Sunan Kalijaga pada masanya yang dapat diterima secara luas dan menjadi agama mayoritas di Indonesia, yang semuanya itu tidak lepas dari pendekatan kultural yang penuh dengan kesederhanaan dan kemudahan penyampaian ajarannya.

Diyakini juga oleh Ustadz Ki Dalang, bahwa pendekatan otak kanan dalam memacu kreatifitas anak, ternyata sudah diterapkan oleh Sunan Kalijaga di masa lampau.  

Berita: Mh | Foto: Istimewa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: