Kapuspen TNI: Satgas Kesehatan TNI Mulai Bergerak ke Kampung Pedam Distrik Okbibab

Jakarta |
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI M Sabrar Fadhilah mengatakan, TNI mengirim Tim Satgas Kesehatan TNI Kejadian Luar Biasa (KLB) untuk melaksanakan pengobatan wabah penyakit campak, difteri dan gizi buruk di Kabupaten Asmat.

Menurut Sabrar, Tim Satgas Kesehatan TNI yang terdiri dari 7 orang dokter spesialis yaitu spesialis anak, penyakit dalam, penyakit kulit dan obsgyn, mulai bergerak ke pedalaman Kampung Pedam Distrik Okbibab, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, Minggu (21/1).

“Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto telah memerintahkan Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI George Elnadus Supit, untuk segera mengambil langkah-langkah secepat mungkin melalui pengiriman Satgas Kesehatan TNI dalam rangka menyelamatkan dan memberikan bantuan kepada warga di Distrik Okbibab,” ujar Mayjen TNI M Sabrar Fadhilah, di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Minggu (21/1).

Disampaikan oleh Kapuspen TNI bahwa, bencana wabah penyakit yang terjadi di Kabupaten Asmat, Papua, ternyata terjadi juga di wilayah-wilayah Kabupaten lainnya yang ada di ujung timur wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Sementara informasi yang diterima dari satuan jajaran TNI di Kodam XVII/Cenderawasih, lanjut Kapuspen, sudah ada sekitar 27 masyarakat. Mereka terdiri dari 4 (empat) dewasa dan 23 balita di Kampung Pedam Distrik Okbibab terserang wabah penyakit difteri dan gizi buruk.

“Saat ini, Tim Kesehatan TNI yang ada di Timika telah bertolak ke Distrik Okbibab untuk menanggulangi wabah tersebut,” ungkap  Mayjen TNI M Sabrar Fadhilah.

Kapuspen TNI juga menjelaskan, pada Sabtu (20/1) TNI memberangkatkan tim pendahulu dari Korem 172/VWY berjumlah 12 orang.

“Tim pendahulu sudah bergerak ke Distrik Okbibab, namun karena jarak, cuaca, medan dan juga signal yang sulit sehingga komunikasi tidak bisa lancar,” katanya.

12 orang tim pendahulu, terdiri atas 3 anggota Koramil yang dipimpin oleh Sertu Leo Kantu, 2 Dokter RSUD Kabupaten Pegunungan Bintang, 4 perawat dan 2 Ahli Gizi beserta Hubertus (Kabid P2PL/ Ketua Tim) telah berangkat menuju Distrik Okbibab menggunakan Pesawat Pilatus.

Menurut Mayjen TNI M Sabrar Fadhilah, menuju ke sasaran Kampung Pedam Distrik Okbibab tidaklah mudah, karena harus menggunakan Pesawat Kecil atau Heli dan berjalan kaki yang memerlukan waktu cukup lama.

“Medannya sangat sulit, jarak tempuh dari Oxibil (Ibu kota Kabupaten Pegunungan Bintang) ke Distrik Okbibab menggunakan Pesawat Pilatus sekitar 25 menit, sedangkan jarak tempuh dari Distrik Okbibab ke Kampung Pedam akan ditempuh selama sekitar satu hari jalan kaki,” pungkas Kapuspen TNI.

Sebelumnya TNI mengirimkan Pesawat Hercules A-1312 milik TNI AU untuk mengangkut bantuan kemanusiaan dalam rangka menanggulangi wabah penyakit campak, difteri dan gizi buruk di Kabupaten Asmat.

Kiriman bantuan kemanusiaan berupa bahan makanan, minuman dan pakaian dengan total 718 koli berat 9000 kg merupakan bantuan dari Mabes TNI, Korps Marinir (Kormar) TNI Angkatan Laut, Dharma Pertiwi, Corporate Social Responsibility (CSR) PT BCA TBK dan CSR PT BNI TBK, sudah tiba di Lanud Timika, Papua, Sabtu (20/1).

Barang bantuan kemanusiaan tersebut saat ini disimpan di Aula Makodim 1710/Mimika Kodam XVII/Cenderawasih, selanjutnya akan disalurkan oleh Tim Satgas Kesehatan TNI KLB kepada warga Asmat.

Berita: Mh| Foto: Istimewa/Puspen TNI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *