Indonesia-Jerman Kerjasama untuk Wujudkan Kelestarian Hutan

Jakarta |
Duta Besar Jerman untuk Republik Indonesia HE Michael Freiherr von Ungern-Sternberg mengunjungi Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya, di gedung Manggala Wanabakti, Jakarta (13/7).

Kunjungan tersebut merupakan salam perpisahan Michael Freiherr, mengingat dirinya telah menyelesaikan tugasnya sebagai Duta Besar di Indonesia.

Pada pertemuan Menteri Siti Nurbaya dengan Duta Besar Michael Freiherr siang itu juga membahas tentang perkembangan kerja sama antar kedua negara Indonesia-Jerman di bidang LHK.

Proyek Kerjasama Indonesia-Jerman dengan dukungan dari dua kementerian Jerman yaitu Kementerian Federal Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan atau BMZ, dan Kementerian Federal Lingkungan Hidup, Konservasi Alam dan Keamanan Nuklir atau BMU.

Proyek Kerjasama Indonesia-Jerman dengan dukungan BMZ adalah Project Forest and Climate Change (FORCLIME) terdiri atas 2 (dua) modul yaitu Technical Cooperation (TC) dari tahun 2010 sampai 2020 dan Financial Cooperation (FC) dari tahun 2011 hingga 2020.

Project Executing Agency untuk kedua proyek adalah Biro Perencanaan, Sekretariat Jenderal dengan lokasi project di Kabupaten Kapuas Hulu, Malinau, dan Berau.

Tujuan project ini adalah melaksanakan strategi konservasi hutan dan pengelolaan hutan lestari yang menghasilkan penurunan emisi gas rumah kaca dari sektor kehutanan serta perbaikan taraf hidup masyarakat di lokasi tersebut.

Selain FORCLIME TC dan FC, BMZ juga mendukung kerja sama dalam bentuk Forest Programme (FP) di Jambi dan Sulawesi. FP di Jambi bertujuan untuk mendukung pengembangan dan pelaksanaan strategi konservasi keanekaragaman hayati dan pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) terpadu dalam kerangka nasional REDD+.

Pelaksanaan program ini dari tahun 2016 hingga 2022 dengan lokasi antara lain di Kabupaten Merangin dan Kabupaten Kerinci.

Sedangkan untuk di Sulawesi, tujuan program adalah implementasi pengelolaan kerjasama yang terpadu di TN Lore Lindu, sehingga mendukung Indonesia dalam mengembangkan strategi dan implementasi terhadap tindakan-tindakan terkait konservasi keanekaragaman hayati dan DAS dalam rangka strategi REDD+ nasional di Sulawesi Tengah. Program ini berlangsung sejak November 2016 hingga November 2022.

Proyek Kerjasama Indonesia-Jerman yang didukung oleh BMU antara lain adalah konservasi keanekaragaman hayati dan pengendalian perubahan iklim di kawasan ekosistem Gunung Leuser.

Selain itu, dilaksanakan juga kerja sama dalam konservasi habitat prioritas di Taman Nasioanal Bukit Barisan Selatan. Restorasi ekosistem di Gorontalo dan Bukit Tiga Puluh juga dilaksanakan sejak 2013 hingga 2019 nanti. Rehabilitasi lahan kritis juga dilaksanakan di Kalimantan hingga 2019.

Berita: Mh | Foto: Istimewa/Humas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: