Ditemukan Saat Banjir 2 Tahun Lalu, BKSDA Jakarta Evakuasi 3 Kura-Kura Dilindungi

Jakarta |
Petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jakarta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), melakukan evakuasi terhadap 3 satwa dilindungi korban banjir besar yang terjadi 2 tahun lalu.

Ketiga satwa yang berhasil dievakuasi tersebut antara lain berjenis Kura-kura Kaki Gajah (Monouria Emys), Kura-kura Moncong Babi (Carettochelys Insculpta) , dan Kura-kura Gading (Orlitia Borneensis) yang merupakan satwa yang dilindungi berdasarkan Peraturan Menteri LHK Nomor P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018.

Saat ditanya asal-usul satwa dilindungi tersebut, diketahui saat evakuasi satwa-satwa peliharaan tersebut diserahkan masyarakat atau pemilik yang beralamat di Cipinang Jatinegara, Jakarta Timur.

“Pemilik menyatakan bahwa satwa tersebut diperoleh pada saat banjir besar yang terjadi 2 tahun lalu,” jelas Mulyadi yang merupakan petugas Resort Jakarta Timur Seksi Konservasi Wilayah I BKSDA Jakarta,

Menurutnya, langkah evakuasi ini bermula saat petugas call center BKSDA Jakarta menerima pesan melalui pesan whatsapp dari masyarakat yang meminta identifikasi jenis kura-kura yang dipeliharanya, pada Minggu (3/5) lalu.

Setelah mendapatkan informasi bahwa satwa yang dipelihara merupakan satwa yang dilindungi undang-undang, maka pemilik tersebut bersedia menyerahkan secara sukarela kepada Balai KSDA Jakarta.

Selanjutnya dilakukan serah terima satwa-satwa tersebut oleh petugas BKSDA Jakarta pada hari Senin,(4/5) dengan menerapkan protokol kesehatan Pandemi COVID-19. “Saat ini satwa-satwa tersebut direhabilitasi di Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Tegal Alur dengan pengawasan tim medis,” terang Mulyadi.

Sementara itu, Kepala Balai KSDA Jakarta Karyadi menyampaikan bahwa, sejak tahun 2020 hingga 4 Mei 2020, Balai KSDA Jakarta telah menerima laporan dari masyarakat melalui call center sebanyak 32 laporan.

Dari laporan tersebut, sejauh ini telah dievakuasi sejumlah satwa dilindungi, dengan rincian 38 ekor terdiri dari 17 jenis satwa, yaitu 7 jenis mamalia, 4 jenis aves, dan 6 jenis reptil.

“Adapun satwa yang sedang direhabilitasi di PPS Tegal Alur sampai saat ini sebanyak 217 ekor, terdiri dari 104 ekor aves, 72 ekor reptil, 27 ekor primata, dan 17 ekor mamalia,” pungkas Karyadi.

Berita: Red | Foto: Istimewa/Humas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: