CIA Sempat Peringatkan Spanyol Soal Teror Mobil Van

Barcelona |
Serangan teror kembali terjadi di Alun-Alun Catalunya, Distrik Las Ramblas, Kota Barcelona, Spanyol, Jumat (18/8) waktu setempat.

Akibat serangan teror dengan mobil van yang menabrak pejalan kaki tersebut 13 orang tewas dengan 100 lainnya terluka.

Serangan ini serupa dengan yang terjadi di Nice, Prancis, pada perayaan Hari Bastille. Serangan pada 2016 itu berakhir dengan 86 orang tewas dan 458 lainnya yang menderita luka.

Media setempat El Periodico menyebutkan, bahwa badan intelijen Amerika Serikat atau CIA pernah memberikan peringatan kepada otoritas Barcelona soal bakal munculnya ancaman teror di kota wisata dunia itu.

CIA langsung memperingatkan satuan kepolisian di wilayah Catalunya (Mossos d’Esquandra) sekitar dua bulan sebelum terjadi serangan akan terjadinya serangan  teroris yang menargetkan lokasi yang padat wisatawan di sana.

“CIA telah memperingatkan Mossos d’Esquandra bahwa Barcelona mungkin menjadi sasaran teroris. CIA memindahkan peringatannya ke Kepolisian Catalunya dua bulan yang lalu. Mereka (CIA) bahkan memusatkan perhatiannya di Ramblas,” tulis El Periodico.

Seluruh dunia telah menyampaikan belasungkawa dan kecamannya terhadap serangan teror di kota terbesar kedua negeri matador tersebut.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump melalui akun Twitter nya menyampaikan kecamannya dan menyatakan akan berusaha melakukan apa pun guna membantu Spanyol menghadapi ancaman teror.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Rex Tillerson mengatakan, diplomat Amerika Serikat yang bertugas di Spanyol terus memantau dan membantu warga negara AS yang tinggal di sana.

“Amerika Serikat tidak akan pernah lelah untuk mencari para terduga teroris dan menahan mereka demi mempertanggungjawabkan tindakan mereka,” tegas Tillerson.

Berita: Sigit | Foto: Istimewa/Ilustrasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *