BDSC II: Bagaimana Pemuda Bisa Berkontribusi dan Mengubah Dunia

Nusa Dua |
Bali Democracy Student Conference (BDSC) ke 2 yang berlangsung di Bali pada Kamis (6/12), menghadirkan 138 pemuda dari 57 negara.

Para mahasiswa dan pemimpin muda berbakat dari 5 benua yang mempunyai nilai, sejarah dan kebudaayan yang berbeda, saling bertukar ide soal demokrasi dan mempunyai pengetahuan dan ambisi yang jauh melebihi usia mereka.

Pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan di hari BDSC II diantaranya adalah What us, youth, can do to change the world? We are the future leaders and in 20 years we will be parents ourselves, so how can we prepare our family to be even better than ourselves?.

Disamping itu, dua hal yang selalu terdengar sepanjang konferensi adalah,”Bagaimana kita, pemuda bisa berkontribusi? Bagaimana kita bisa mengubah dunia?”

Dikutip situs kemlu.go.id, Jumat (7/11), salah satu outstanding speaker acara hari itu adalah Mateo Nicolás Salvatto yang berasal dari Argentina.

Mateo merupakan seorang CEO berusia 19 tahun yang memprakarsai aplikasi Hablalo, yaitu aplikasi yang didesain untuk membantu kaum yang mempunyai kesulitan mendengar untuk berkomunikasi dengan lingkungan mereka.

Walaupun bukan orang yang hidup dengan disabilitas, namun Mateo mampu berempati untuk membantu kaum yang kesulitan berkomunikasi adalah sesuatu yang selalu mereka hadapi sehari -hari.

Dua hal lain yang menjadi fokus para delegasi antara lain pendidikan dan keaktifkan dalam politik. Jika banyak kaum milenials yang tampak apatis, delegasi BDSC memandang politik adalah sesuatu yang menantang yang mengundang untuk ditaklukkan.

Menurut mereka memandang akses merata untuk pendidikan adalah hal yang luar biasa penting. Karena dengan pendidikan, tidak hanya masyarakat bisa mendapatkan kompensasi finansial yang lebih tinggi, tapi juga mempunyai filter yang lebih baik.

Saat ini pendidikan sangat diperlukan di era yang dipenuhi oleh politik identitas dan berita bohong (identity politics dan hoax news).

Para peserta juga mendengarkan beberapa proyek demokrasi yang digagas kaum milenial dari BDSC sebelumnya. Untuk itu juga disepakati untuk melakukan inovasi terhadap proyek baru, yang bersifat inklusif.

Sementara point-point yang ditekankan oleh para delegasi BDSC adalah outcome documents bertitel “You(th) Makes Change”.

Dokumen ini akan dipresentasikan di depan delegasi BDF dan BCSMF dalam sesi penutupan yang dilaksanakan pada tanggal 7 Desember 2018.

Berita: Sigit | Foto: Istimewa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.