Bahas 885 Usulan, Musrenbang Pasar Rebo Diwarnai Senam Germas

Jakarta |
Wali Kota Jakarta Timur Bambang Musyawardana membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Kecamatan Tahun 2018 se Jakarta Timur di Ruang Serba Guna Lantai IV Kantor Kecamatan  Pasar Rebo, Senin (5/3).

Itu merupakan Musrenbang tingkat Kecamatan Pasar Rebo  sebagai proses penyusunan APBD Tahun 2019 di Kota Administrasi Jakarta Timur.

Dilaporkan oleh Plt Camat Pasar Reb, Drs Panangaran Ritonga, sebanyak 885 usulan dari 1.108 usulan warga dari seluruh  Kelurahan di Kecamatan Pasar Rebo, dibahas dalam Musrenbang ini dengan total nilai  Rp  143 Milyar.

Yang menarik, saat jarum jam menunjuk ke angka 2 atau pukul 14.00, tiba tiba Wali Kota Bambang yang menyampaikan sambutan berhenti berbicara dan mengajak peserta Musrenbang untuk melakukan senam Germas atau Gerakan Masyarakat Sehat. “Ayo kita senam. Biar segar,” katanya

Menurut Bambang, senam yang dilakukan merupakan  Instruksi Gubernur DKI Jakarta sebagai wujud keseriusan Pemkot Jakarta Timur mendukung penerapan tujuh komitmen Germas antar lain, meregangkan otot pada pukul 10.00 dan 14.00 WIB, tidak merokok, konsumsi sayur dan buah, tidak minum alkohol, rutin cek kesehatan dan menggunakan jamban bersih.

Tanpa banyak protes semua peserta yang hadir di acara Musrenbang hari itu, mulai melakukan gerakan-gerakan  senam tersebut.

Mendampinigi Walikota antara lain Kepala Suku Badan Perncanaan Pembangunan Kota Jakarta Timur Hartati, Pelaksana Tugas (PLT) Camat Pasar Rebo Panangaran Ritonga, Lurah serta Danramil dan Kapolsek Pasar Rebo.

Para perwakilan Dinas/Sudin teknis, para lurah se Kecamatan Pasar Rebo beserta para pengurus RW serta tokoh masyarakat juga tak ketinggalan.

Dalam sambutanya Walikota mengatakan ini semua proses penyusunan RAPBD DKI 2019 dengan menampung aspirasi warga.

“Materi usulan kegiatan ini hasil validasi di tingkat kelurahan. Saya harapkan saat membahas, para sudin sebagai tim teknis dan para RW, LMK yang merasa membutuhkan untuk saling bersinergi untuk merumuskan usulan ini,” katanya.

Dijelaskan Walikota, Musrenbang ini bertujuan untuk memberikan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat. Karena itu usulan diharapkan berimbang baik fisik maupun non fisik.

“Jangan hanya usulan pembangunan fisik saja yang diprioritaskan, namun program non-fisik juga penting,” tandasnya.

Sementara itu Plt Camat Pasar Rebo Panangaran Ritonga mengatakan, Musrenbang tingkat Kecamatan Pasar Rebo ini hasil usulan dari lima kelurahan, tercatat sebanyak 1.108 usulan. Namun dari jumlah tersebut 86 usulan ditolak dan 137 usulan telah dianggarkan.

”Sisanya ada 885 usulan yang diteruskan di Musrenbang tingkat Kecamatan. Kita harap semua usulan direalisasikan dalam bentuk kegiatan di. tahun 2019 mendatang,” ujarnya.

Menurut Ritonga, dari 885 usulan tersebut didominasi usul pembangunan perbaikan saluran sebanyak 345 usulan dengan nilai Rp 115 miliar. Disusul usulan Sudin Bina Marga sebanyak 263 senilai Rp 16,4 miliar dan Sudin Perindustrian dan Energi sebanyak 156 usulan senilai Rp 9,5 milyar.

Berita: Pri | Foto: Istimewa/Pri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *