Yasonna: CPNS Kemenkumham Aceh Harus Jadi Agen Perubahan

Banda Aceh |
Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna H Laoly mengungkapkan, menaruh harapan besar kepada 654 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) yang telah lolos seleksi pada penerimaan CPNS dari Provinsi Aceh.

Menurut Yasonna, para CPNS Kemenkumham Aceh tersebut merupakan yang terbaik dan direkrut melalui proses seleksi yang ketat, tanpa ada embel-embel seperti suap menyuap dan lainnya.

“Saya menaruh harapan besar kepada anda semua. Karena anda semua diterima bersih, dan saya memiliki hak moral untuk menuntut anda untuk tetap bersih,” ujar Yasonna saat memberikan pengarahan di Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenkumham Aceh, di Banda Aceh, Kamis (12/4).

Karena itu, Menkumham mengingatkan agar para CPNS menjaga dan menjunjung tinggi integritas, tidak pungli atau terjebak dalam praktik kotor, serta tidak terlibat narkoba.

Disebutkan oleh Yasonna, bahwa ratusan CPNS Kemenkumham dari Aceh ini nantinya akan ditugaskan di seluruh Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan Kantor Imigrasi (Kanim) untuk wilayah Provinsi Aceh.

Diharapkan oleh Yasonna, agar ratusan CPNS tersebut, khususnya yang bertugas di penjara agar berani melaporkan siapa saja, termasuk pimpinan sekalipun bila terjadi praktik menyimpang.

“Kalau melakukan praktik menyimpang harus segera dilaporkan. Jadi jangan takut, kalian harus menjadi agen perubahan Kementerian Hukum dan HAM,” tegas Yasonna.

Yasonna juga menjelaskan, bahwa sejak awal dirinya sudah menekankan saat mengumumkan akan menerima 17526 orang CPNS bahwa prosesnya harus terbuka, transparan dan tidak boleh sama sekali ada pungutan atau kutipan apapun dalam prosesnya.

Diakui juga oleh Yasonna, bahwa dirinya ketika itu sudah memerintahkan dan bahkan memperingatkan kepada seluruh jajaran Kemenkumham yang melakukan proses seleksi untuk mentaati hal tersebut.

Terlebih menurutnya, jumlah CPNS yang diajukan oleh kementeriannya merupakan salah satu yang terbesar dari banyak kementerian dan lembaga.

“Hampir setengah dari rekrutmen CPNS tahun lalu masuk ke Kemenkumham, dan menunjukkan kepercayaan negara atas Kemenkumham guna menjawab kebutuhan SDM yang terus mendesak dari waktu ke waktu,” katanya.

Menjawab hal tersebut, sambungnya, dengan menjadikan proses rekrutmen di Kemenkumham sebagai rujukan bagi seleksi CPNS berikutnya sebagaimana disampaikan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB).

Diungkapkan juga oleh Yasonna, bahwa Kemenkumham juga mendapat penghargaan karena proses yang transparan, terbuka dan tanpa fee (pungutan).

“Hampir setengah dari rekrutmen CPNS tahun lalu itu ada di Kemenkumham. Ini adalah kepercayaan negara dan kita tidak mau kehilangan kepercayaan itu, jadi tunjukkan bahwa negara tidak rugi dalam merekrut anda,” tuturnya.

Bahkan para CPNS baru tersebut, tambahnya, telah menunjukkan prestasi dengan menggagalkan masuknya narkoba ke dalam sejumlah Lapas di Jawa Timur, diantaranya Lapas Pamakasan, Lapas Jember, dan Rutan Pangkalan.

Yasonna mengaku menaruh harapan besar kepada para pegawai baru untuk menjadi motor penggerak perubahan untuk kedepannya. Dirinya mendorong kepada semua jajaran di Kemenkumham, baik itu kepala UPT hingga kepala unit untuk membimbing para pegawai baru tersebut.

“Kita akan isi dengan integritas dan juga kerja keras, sehingga akan ada perubahan kedepannya, serta dapat mewujudkan birokrasi yang bersih dan yang melayani. Jadi mengubah nilai yang lama menjadi sistem yang baru,” imbuhnya.

Acara kunjungan kerja ini dihadiri oleh Gubernur Aceh, Forkopimda Aceh, dan jajaran pimpinan Kemenkumham pusat, diantaranya Sekretaris Jenderal, Inspektur Jenderal, Plt Dirjen Pemasyarakatan, Kepala Biro Humas, Kepala Biro Kepegawaian, pejabat struktural Kanwil Kemenkumham Aceh, serta Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) di lingkungan Kanwil Kemenkumham Aceh.

Berita: Machfud | Foto: Istimewa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *