Wapres: Dorong Inovasi dan Peningkatan Keahlian

Depok |
Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla mengatakan, tidak ada kesejahteraan bangsa tanpa kecerdasan. Tidak ada negara maju tanpa cerdas bangsanya, tanpa maju bangsanya dan pendidikannya.

Maka itu, Wapres Jusuf Kalla meminta agar dihadirkan pola dan sistem yang mendorong inovasi dan peningkatan keahlian sumber daya manusia agar terwujud kesejahteraan bersama sesuai amanat konstitusi.

“Semua negara yang berkemajuan, yang ingin sejahtera, selalu diiringi langkah-langkah dalam menciptakan nilai tambah,” kata Jusuf Kalla saat mengisi sesi inspirasi dan motivasi pendidikan dan kebudayaan acara Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RNPK) 2018, di Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Pegawai Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), di Bojongsari , Depok, Jawa Barat, Rabu (7/2).

Nilai tambah tersebut, sambung wapres, bisa dicapai melalui riset dan teknologi. Menurut wapres, keduanya erat kaitannya dengan pendidikan. Begitu juga dengan kebudayaan yang sangat erat kaitannya dengan pendidikan dan kesejahteraan bangsa.

“Bagaimana menyinkronkan kecerdasan sebagaimana tuntutan konstitusi, dan membuat kesejahteraan pada saat yang sama,” sebut Wapres Jusuf Kalla mengajak peserta RNPK berpikir maju ke depan.

Wapres menilai, isu yang selalu menarik didiskusikan adalah anggaran fungsi pendidikan yang terus naik setiap tahun, namun belum mendapatkan kualitas pendidikan yang baik.

Diakuinya, masalah pendidikan bukan masalah yang mudah. Pemerintah mencoba memecahkan melalui fokus penanganan.

“Kalau dulu menteri pendidikan mengatur semua dari TK sampai perguruan tinggi, sekarang Kemendikbud membawahi pendidikan dasar dan menengah, dan kebudayaan. Pendidikan tinggi kita satukan dengan riset, itu agar terjadi fokus,” tuturnya.

Fokus pemerintah dalam merevitalisasi pendidikan vokasi harus menyasar perbaikan mutu lulusan dan mutu guru sekolah menengah kejuruan (SMK). “Vokasi itu pelatihan yang baik, skill yang baik, perbandingan yang baik. Tentunya itu dibarengi dengan penghargaan yang baik,” sebut wapres.

Terkait upaya pemerintah untuk menguatkan pendidikan karakter memerlukan keteladanan guru, menurut Jusuf Kalla seorang guru yang baik bukan hanya karena lulus dari lembaga pendidikan keguruan yang bereputasi baik tetapi perlu latihan dan pengalaman.

Diungkapkan Wapres Jusuf Kalla, saat ini lihat lebih banyak guru yang pensiun, daripada yang diangkat. Maka dari itu, dirinya membicarakan dengan presiden dan setuju untuk mengangkat kekurangan guru yang jumlahnya puluhan ribu.

Menyoal mahalnya biaya pendidikan dan kebijakan sekolah gratis, wapres mengungkapkan sekolah wajib digratiskan bagi penduduk yang tidak mampu, namun bagi penduduk yang mampu diharapkan turut menyumbang.

“Marilah kita kembali bergotongroyong memperbaiki itu, selama ada konstruksi yang jelas antara yang mampu dan yang tidak mampu,” tutur Wapres Jusuf Kalla.

Berita: Pri | Foto: Istimewa/Humas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.