Wali Kota Serahkan Beasiswa BAZIS Jaktim untuk 221 Mahasiswa

Jakarta |
Wali Kota Jakarta Timur Bambang Musyawardana menyerahkan bantuan penunjang pendidikan (Beasiswa) dari BAZIS Jakarta Timur untuk 221 mahasiswa, di Ruang Serba Guna Blok C Kantor Wali Kota Jakarta Timur, Selasa (23/1).

Total bantuan Rp 232.050.000, berarti tiap mahasiswa menerima Rp 1.050.000 untuk 3 bulan atau Rp 350.000 perbulannya.

Hadir Wakil Kepala BAZIS Provinsi DKI Jakarta Amirudin, Asisten Kesmas Jaktim Ari Sonjaya, dan Kabag Kesra H Alawi.

Dalam laporannya Kepala BAZIS Jakarta Timur Dwi Busara menjelaskan program ini dari hasil seleksi bantuan penunjang pendidikan oleh BAZIS Jakarta Timur tahun 2015 sebanyak 1.000 orang penerima.

Dari keseluruhan jumlah itu, lanjut Dwi, dari 500 siswa Sekolah Lanjutan Atas (SLA) dan 500 mahasiswa. Hingga saat ini, menurut DWI penerima bantuan tersebut masih ada 221 orang mahasiswa karena sebagian besar sudah menyelesaikan pendidikannya.

Pada kesempatan itu Wali Kota Bambang berpesan agar bantuan tersrbut benar benar dimanfaatkan untuk menunjang perkuliahan agar berhasil guna. “Jangan dimanfaatkan beli pulsa untuk chatting,” tandasnya.

Pada kesempatan itu kepada para mahasiswa penerima beasiswa bantuan diberikan pembinaan dengan narasumber Sri Sulastri MIKom.  Isi materinya, bagaimana menjadi pelaku usaha mandiri, kreatif, dan produktif.

Kepala Seksi SDM Bazis DKI Jakarta Dewi menegaskan, bantuan BAZIS ini dimaksudkan untuk membantu membiayai pendidikan mahasiswa dari keluarga tidak mampu secara ekonomi agar dapat menyelesaikan pendidikannya tepat waktu, juga mengurangi mahasiswa putus kuliah serta untuk motivasi semangat belajar yang bersangkutan.

Dalam kesempatan itu seorang penerima beasiswa bernama Rakhmi mahasiswa jurusan Sastra Indomesia UNJ semester 7 mengatakan jumlah IP nya adalah 3,8.

Ketika ditanya bagaimana dapat mencapai prestasi tinggi seperti itu, Rakhmi menjawab, tidak usah repot berteori. “Pokoknya lakukan yang terbaik dengan senang hati,” ujarnya.

Rakhmi anak ke 3 dari 5 bersaudara. Ayahnya tidak bekerja, sedangkan sang ibu menjadi tukang urut dan pijit di wilayah Kelurahan Pinangranti, Jakarta Timur. Ia mendapat beasiswa BAZIS Jaktim sejak semester 4 dengan IP 3,5.

Lain lagi dengan Rezky, warga Kelurahan Duren Sawit ini sudah lulus D3 jurusan Broadcasting di Bina Sarana Informatika (BSI) dengan IP 3,25.

Sesuai penjelasan Kepala BAZIS, beasiswa tetap dapat diterima sampai semester 8. “Saya ingin bekerja dulu. Nanti kalau sudah bekerja baru, melanjutkan kuliah S1,” ujar Rezky penuh optimistis.

Berita: Pri | Foto: Istimewa/Pri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: