Silahturahmi Wakapolda Bali dengan Mantan Gubernur Dewa Beratha

Denpasar |
Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Bali Brigadir Jenderal Pol Wayan Sunartha mengunjungi kediaman mantan Gubernur Bali Dewa Beratha di Denpasar, Bali, Senin (7/5).

Kunjungan mantan Kepala Badan Intelijen Daerah (Kabinda) Bali tersebut merupakan rangkaian silahturahmi ke sejumlah tokoh di Bali, setelah Wayan Sunartha dilantik menjadi Wakapolda Bali beberapa waktu lalu.

Dewa Beratha merupakan mantan Gubernur Bali yang pernah menjabat dua periode, yaitu 1998–2003 dan 2003–2008 menggantikan gubernur Bali sebelumnya Ida Bagus Oka.

Pria kelahiran Gianyar Bali 12 Juli 1941 dengan latar belakang pendidikan Ilmu Sosial Politik dari Universitas Gajah Mada Yogyakarta itu, pernah diminta sebagai Duta Besar Indonesia untuk India di era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Dalam pertemuan tersebut, keduanya membahas berbagai hal terkait sosial dan budaya di Bali khususnya, diantaranya adalah Subak dan Bali ke depan.

Subak merupakan organisasi kemasyarakatan di Bali yang mempunyai kegiatan khusus mengatur dan mengelola sistem pengairan sawah dalam bercocok tanam.

Menurut Dewa Beratha, keberadaan Subak yang diketahui sekitar tahun 1920 an, sudah terdaftar sebagai warisan budaya dunia oleh organisasi internasional di bidang edukasi, sains dan kebudayaan UNESCO di tahun 2012.

Bagi masyarakat Bali sendiri, sambung Beratha, khususnya petani anggota Subak telah menerapkan konsep Tri Hita Karana, yaitu menjalin hubungan yang baik antara manusia dengan sesamanya.

Kemudian yang kedua menjalin hubungan yang baik dengan alam dan lingkungannya, selanjutnya yang ketiga adalah manusia dengan Tuhan.

Sementara itu, Brigjen Pol Wayan Sunartha juga menambahkan, bahwa Subak memiliki manfaat yang sangat banyak bagi masyarakat Bali, khususnya petani.

Sebagai salah satu sistem irigasi, sambung Sunartha, keberadaan Subak menjadikan teknologi irigasi yang sepadan dan telah menyatu (sinergi) dengan sosio kultural masyarakat di Bali.

“Manfaat keberadaan organisasi Subak, disamping meningkatkan kesejahteraan para petani juga meningkatkan kesejahteraan Koperasi Unit Desa (KUD), serta kearifan budaya lokal,” pungkas mantan Kapolresta Denpasar itu.

Berita: IBW/Sigit | Foto: Istimewa/IBW

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *