Selamat Jalan, Jenderal Try Sutrisno: Pengabdian Panjang untuk Ibu Pertiwi
Jakarta – Pagi itu, Senin 2 Maret 2026, kabar duka menyelimuti tanah air. Jenderal TNI (Purn.) Try Sutrisno, mantan Wakil Presiden Republik Indonesia, menghembuskan napas terakhir pada pukul 06.58 WIB di RSPAD Gatot Subroto Jakarta, pada usia 90 tahun 3 bulan.
Sejak dini hari, kondisi kesehatan beliau terus dipantau intensif. Pada pukul 05.33 WIB kondisi dinyatakan menurun dan tim medis segera melakukan tindakan maksimal. Namun Tuhan berkehendak lain.
Beliau kemudian dimakamkan secara militer di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, mengiringi perjalanan terakhir seorang prajurit yang telah mengabdikan hampir seluruh hidupnya untuk bangsa dan negara.
Dari Prajurit ke Negarawan
Try Sutrisno adalah contoh nyata perjalanan seorang prajurit yang tumbuh menjadi negarawan. Lahir di Surabaya, beliau memulai karier militer pada akhir 1950-an.
Dalam berbagai penugasan, ia dikenal lugas, disiplin, dan setia pada sumpah prajurit.
Ketika dipercaya menjadi KSAD dan kemudian Panglima ABRI, ia memegang tanggung jawab besar menjaga kedaulatan negara dalam periode penting sejarah Indonesia.
Pengalaman panjang itu membawanya ke puncak pemerintahan sebagai Wakil Presiden RI (1993–1998). Dalam posisi tersebut, beliau berperan menjaga stabilitas nasional dan kesinambungan pemerintahan.
Keteladanan yang Tersisa
Lebih dari sekadar jabatan, Try Sutrisno meninggalkan nilai-nilai luhur: Loyalitas kepada negara, Ketegasan dalam prinsip, Kesederhanaan dalam kehidupan pribadi. dan Komitmen terhadap persatuan bangsa.
Ia adalah representasi generasi pemimpin yang ditempa oleh disiplin keras dan dedikasi total terhadap Republik.
Kepergian beliau menjadi momen refleksi bahwa jabatan akan berlalu, tetapi pengabdian tulus akan abadi dalam ingatan sejarah.
Selamat jalan, Jenderal Try Sutrisno.
Terima kasih atas dharma baktimu untuk Indonesia.
(Gate 13/Foto: Istimewa)
