Salahgunakan VOA, 8 WNA Asal Korsel Ditangkap Ditjen Imigrasi

Jakarta |
Sebanyak 7 warga negara asing (WNA) asal Korea Selatan (Korsel) diduga menyalahgunakan visa on arrival (VOA) untuk bekerja. Para WN Korsel tersebut diamankan petugas Imigrasi pada Senin (21/11) setelah menyelenggarakan ajang pencarian bakat di sebuah pusat perbelanjaan di Jakarta.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal (Plt Dirjen) Imigrasi Widodo Ekatjahjana mengungkapkan, bahwa para WNA yang menyalahgunakan VOA untuk bekerja itu merupakan tim kreatif dari sebuah production house (PH) yang diperkerjakan di Indonesia untuk melakukan pekerjaan dalam ajang pencarian bakat yang disiarkan langsung di stasiun televisi KBS Korea.

“Enam orang tim kreatif ini datang menggunakan VOA dan mereka di-hire oleh dua orang WN Korea Selatan, satu pemegang VOA dan yang lain pemegang KITAS. Total ada delapan paspor Korsel yang kami amankan,” ungkapnya, di Jakarta, Selasa (22/11).

Pernyataan Widodo Ekatjahjana menanggapi video yang beredar di masyarakat yang memperlihatkan petugas membawa paksa empat WN Korsel tersebut. Setelah dilakukan pemeriksaan lanjutan, mereka mengaku diperintah agen yang membawa mereka ke Indonesia agar playing victim pada saat dibawa oleh petugas Imigrasi.

“Sejauh ini, tindakan petugas sudah sesuai prosedur karena ada perlawanan dari orang asing tersebut. Akan tetapi Saya tetap perintahkan agar Direktur Wasdakim melakukan pemeriksaan dan mendalami petugas-petugas imigrasi yang bertugas pada saat itu,” jelasnya.

Lebih lanjut Plt Dirjen Imigrasi itu menambahkan jika di kemudian hari ditemukan unsur penyalahgunaan wewenang oleh petugas, maka pihaknya akan jatuhkan sanksi kepada mereka sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku.

Widodo juga memerintahkan Direktur Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian untuk mengambil langkah tegas. “Dengan memeriksa agen atau pengurus yang menyuruh empat WN Korsel tersebut sesuai aturan hukum,” tandasnya.

Berita: Mh | Foto: Ist./Humas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.