PKCB Kembalikan Lukisan Tua ke Kemlu

Jakarta, (Restorasi News)
Pusat Konservasi Cagar Budaya (PKCB) Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta telah mengembalikan lukisan kuna koleksi Kementerian Luar Negeri RI (Kemlu), ke kantornya di Jalan Pejambon Jakarta Pusat, Jumat (5/1).

Lukisan perjuangan karya S Sudjojono tahun 1966 itu telah dikonservasi di Laboratorium PKCB sejak 10 November 2017 silam. Lukisan berukuran 3 dikali 2 meter itu kini telah dibingkai kembali dan dipajang di kantor Kemlu RI.

“Sudah kami kembalikan Jumat kemarin,” ujar Kepala PKCB Disparbud DKI Dra Rucky Nellyta, Sabtu (6/1). Rucky juga menceritakan, bahwa pihak Kemlu sangat puas dan suka dengan hasil kerja mereka.

Dijelaskannya, lukisan tersebut semula sudah kusam dan ada yang rusak di tiga titik akibat sudah tua dan terkena air yang diduga dari bocoran atap. Namun setelah direstorasi dalam proses konservasi di laboratorium PKCB kini kembali berseri.

Ikut dalam pengiriman lukisan itu Kepala Satuan Pelaksana Preservasi dan Restorasi PKCB Daniel Tangibali, serta konservator Cahayani dan Andia.

Menurut Nellyta, selama akhir November sampai awal Desember PKCB mengkonservasi 3 lukisan tua selain mengkonservasi patung patung dan monumen hiasan Ibu Kota di daerah protokol.

Dua lukisan lain milik Museum Joang Jl Menteng Raya 31 Jakarta Pusat juga telah dikonservasi oleh tenaga konservator PKCB. Menurut Nellyta pekerjaan itu dilakukan di museum tersebut selama beberapa hari.

Konservator Cahayani menjelaskan proses konservasi lukisan. Setelah dibersihkan dari debu, ditambal bagian kanvas yang rusak. Kemudian ditusir. “Untuk menyamakan warna cat harus dilakukan gradasi lebih dulu,” katanya.

Diakuinya, cat minyak yang digunakan pada lukisan tua ini dari merk yang terkenal yaitu merk Rembrant. “Kita memakai cat minyak Rembrant lagi,” kata Cahayani yang telah mengkonservasi 2 lukisan Panglima Sudirman di Museum Juang 45 dengan konservator Andia, dibantu 3 atau 4 tenaga harian dengan waktu 20 hari.

Wartawan Restorasi News Sabtu (6/1) sore mengunjungi Museum Joang 45 Jl Menteng Raya 31, Jakarta disambut guidenya Untung mewakili Rizal, Kepala Satuan Pelayanan Museum tersebut. Dia menunjukkan 2 lukisan yang sudah dikonservasi.

Menurut Untung, lukisan yang pertama berukuran 1,5 m x 4 m horizontal menggambarkan Panglima Sudirman dengan tandu sedang turun gunung dari bergerilya. Di bagian kiri bawah ada tulisan “Mengenang Almarhum Djendral Sudirman. Toyib 1967”.

Diceritakan Untung, tadinya lukisan itu kondisinya kurang baik, ada bolong-bolongnya. “Tapi sekarang sudah utuh, Warnanya pun cerah,” tambahnya.

Sedangkan lukisan vertikal Jenderal Sudirman satunya, yaitu ketika meninjau medan perang di Krawang dengan berukuran 2 m x 1,5 m itu karya Agus Djaja tahun 1959. Tadinya lukisan itu retak retak, namun kini sudah utuh dan mulus.

“Mengerjakannya waktu itu di ruang konservasi di sana,” tutur Untung sambil menunjuk paviliun di sebelah selatan gedung utama museum.

Saat itu diperdengarkan lagu Selendang Sutra, dilanjutkan dengan lagu Sepasang Mata Bola. Lagu-lagu cinta dalam kancah perjuangan dan perang kemerdekaan seputar tahun 1945.

Berita: Pri | Foto: Istimewa/Pri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.