PeristiwaSosok

Pengalaman Intelijen dan Kontra-Terorisme, Brigjen Pol I Made Astawa Jabat Wakapolda Bali

Denpasar – Brigadir Jenderal Polisi (Brigjen Pol) I Made Astawa secara resmi menjabat sebagai Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Bali menggantikan pejabat lama dalam mutasi besar-besaran di lingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).

Surat Telegram Kapolri Nomor ST/99/I/KEP/2026 tanggal 15 Januari 2026 menjadi dasar pengangkatan pejabat berpangkat bintang satu ini.

Sebelum menduduki kursi Wakapolda Bali, Brigjen Pol I Made Astawa dikenal luas sebagai Wakil Kepala Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Polri, satuan khusus penanggulangan aksi terorisme di Indonesia.

Jabatan barunya menempatkan ia sebagai nomor dua di jajaran pimpinan Polda Bali, yang bertugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di salah satu provinsi tujuan wisata internasional.

Astawa lahir dan dibesarkan di Bali serta merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun 1992, menunjukkan rekam jejak karier panjang di berbagai satuan strategis Polri.

Keahliannya khususnya dalam ranah intelijen dan kontra-terorisme menjadi modal utama ketika dipercaya memegang tanggung jawab tinggi di Densus 88, termasuk dalam strategi pencegahan dini, analisis ancaman, serta koordinasi lintas lembaga keamanan.

Dalam catatan sejumlah media, ketika menjabat Wakadensus 88, Astawa terlibat dalam berbagai program pencegahan dan deradikalisasi, termasuk pembinaan warga binaan pemasyarakatan (WBP) dalam upaya mencegah keterlibatan kembali dalam jaringan terorisme.

Pendekatan ini memperkuat peran Densus 88 tak hanya sebagai unit penindakan, tetapi juga mitigasi ancaman sejak tahap awal.

Penempatan Brigjen Pol I Made Astawa di Bali dipandang strategis karena status provinsi ini sebagai wilayah dengan mobilitas tinggi dari dalam maupun luar negeri, sehingga dinamika keamanan kerap beragam dan membutuhkan pendekatan intelijen yang matang.

Pengalaman Astawa diharapkan dapat memperkuat sistem deteksi dini dan pelaksanaan tugas kepolisian secara proaktif.

Mutasi jabatan di tubuh Polri ini merupakan bagian dari mekanisme pembinaan organisasi dan karier personel, sekaligus upaya penyegaran struktur guna meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas dalam menghadapi tantangan situasi keamanan yang dinamis. (Gate 13/Foto: Ist.)


Discover more from sandimerahputih.com

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Discover more from sandimerahputih.com

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading