Menpora Sambut Kedatangan 2 Srikandi Penakluk 7 Puncak Dunia

Jakarta |
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi memberikan penghargaan kepada pendaki wanita Indonesia yang menaklukan Tujuh Puncak Dunia.

Fransiska Dimitri Inkiriwang (Deedee) dan Mathilda Dwi Lestari (Hilda) dari Mahitala Unpar Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) Bandung mendapatkan penghargaan masing-masing Rp 20 juta.

Deedee dan Hilda yang menorehkan kebanggan dengan mengibarkan Merah Putih di puncak Gunung Everest. Kedatangan keduanya di Terminal II Bandara Soekarno Hatta, Jumat (1/6), disambut langsung oleh Menpora Imam Nahrawi yang didampingi Sesmenpora Gatot S Dewa Broto, Deputi Pembudayaan Olahraga Raden Isnanta, Staf Khusus Presiden Diaz Hendropriyono, dan Rektor Unpar Bandung Mangadar Situmorang.

“Saya ucapakan selamat atas prestasi yang diraih oleh kedua pendaki tim WISSEMU Unpar Fransiska Dimitri Inkiriwang dan Mathilda Dwi Lestari yang telah berhasil mengibarkan merah putih setelah mencapai puncak Gunung Everest,” kata Menpora Imam sambil mengalungkan bunga untuk kedua pendaki itu.

Semangat, perjuangan dan tekad keduanya, sambung Imam, yang juga diiringi doa orang tua dan Deedee dan Hilda sudah kembali kepangkuan ibu pertiwi dengan kegembiraan yang luar biasa.

Menurut Imam, yang diraih oleh Deedee dan Hilda sudah melebihi dari emas. Dirinya berharap nantinya atlet Indonesia di Asian Games bisa terinspirasi oleh kedua pahlawan pendaki itu, karena sempat meninggalkan keluarga, teman dan kebahagiaan.

“Mereka ini sudah mengorbankan semuanya, mereka hanya berpikir untuk memuat sejarah besar bagi negeri ini. Merah Putih ditancapkan di tujuh puncak gunung tertinggi dan tentu ini merupakan kebanggaan Indonesia dan dunia,” ujarnya.

Ia pun berpesan kepada agar kuliahnya harus diselesaikan. “Setelah ini semua kuliahnya juga harus diselesaikan. Tadi saya bertanya pada Rektor Unpar. Deedee dan Hilda semester berapa? Ternyata baru semester tujuh.

Diumpamakan oleh Imam, hal itu persis dengan 7 benua yang dilampaui dan 7 semester. “Lebih dari pada itu, Unpar harus memberikan terobosan bahwa prestasi kedua pahlawan kita ini sudah melampaui angka akademik,” jelasnya.

Sementara itu, Deedee mengucapkan terima kasih atas sambutan yang cukup meriah ini. “Kami berdua mengucapkan terima kasih kepada Menpora, orang tua kami, teman-temam yang sudah menyambut kami di sini,” tuturnya.

Diungkapkan Deedee, pada tanggal 17 lalu merah putih sudah berkibar di puncak Everest, puncak tertinggi di dunia sekaligus mengenapi perjalan kami selama 4 tahun ini dan menjadi perempuan pertama Indonesia yang menyelesaikan rangkaian Seven Summits. Bendera Indonesia di tujuh puncak dunia, keberhasilan ini kami persembahkan untuk persatuan bangsa, untukmu Indonesia!, ” tuturnya.

Dua srikandi ini memulai perjalanannya dari Everest Base Camp (EBC) pada 11 Mei 2018 lalu, di ketinggian 5.150 mdpl sebagai titik awal pendakian sampai akhirnya mencapai puncak dan mengibarkan Sang Saka Merah Putih berkibar di puncak Everest pada Kamis pagi pada tanggal 17 Mei 2018.

Upaya pendakian menuju puncak (summit attempt) ini dimulai dari Camp 3 atau di ketinggian 8.225 mdpl pada 17 Mei 2018 pukul 23.30 waktu setempat.Tim melakukan perjalanan selama 6,5 jam untuk mencapai puncak tertinggi di dunia tersebut.

Tentunya perjalanan mencapai puncak ini bukanlah perkara mudah, perjalanan dari titik terakhir itu ditemani angin kencang dan suhu udara yang mencapai -25 derajat Celcius.

Perlu waktu yang panjang bagi tim untuk mencapai atap dunia tersebut. Pencapaian puncak Gunung Everest ini menjadi penutup dari misi ekspedisi mengibarkan Bendera Indonesia di tujuh gunung tertinggi di tujuh benua, atau Seven Summit.

Berita: Mh | Foto: Istimewa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.