Kemenristek/BRIN Bersama Shopee Gelar National Data Science Challenge 2020

Jakarta |
Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristek/BRIN) bekerja sama dengan platform e-commerce Shopee menyelenggarakan National Data Science Challenge 2020 (NDSC 2020).

Program ini merupakan wujud komitmen Kemenristek/BRIN mendorong peningkatan mutu sumber daya manusia dalam bidang teknologi khususnya Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).

Dilansir Biro Kerjasama dan Komunikasi Publik (BKKP) Kemenristek/BRIN, Selasa (18/2), berdasarkan penelitian Bank Dunia dan McKinsey, menyebutkan dalam kurun waktu 2015-2030, Indonesia membutuhkan 9 juta talenta digital atau sekitar 600 ribu orang setiap tahun.

Menyikapi hal tersebut Menteri Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek)/ Kepala BRIN Bambang Brodjonegoro menyampaikan, masuknya Revolusi Industri 4.0 (RI 4.0) ke dalam sendi kehidupan ekonomi masyarakat, membuat perlu dilakukan langkah-langkah antisipasi. Salah satu antisipasi utamanya adalah dengan peningkatan kesiapan sumber daya manusia.

“Beredarnya Revolusi Industri 4.0 ke dalam sendi kehidupan ekonomi kita, banyak hal-hal baru yang harus segera diantisipasi. Baik diantisipasi dalam hal konteks regulasi, konteks teknologi dan paling penting diantisipasi dalam konteks kesiapan sumber daya manusianya,” ungkap Bambang Brodjonegoro saat memberikan sambutan di Ruang Komisi Utama, Gedung II BPPT Lantai 3 pada Selasa (18/2).

NDSC 2020 adalah kompetisi yang dihelat selama satu hari untuk para mahasiswa dan pekerja secara umum. Peserta akan dihadapkan pada dua babak pemecahan masalah data science dan data analitik yang dibuat oleh tim Tech Shopee.

Setiap tantangan akan menguji peserta untuk menyelesaikan masalah di kehidupan nyata melalui bidang coding sehingga mereka mengerti keterampilan yang dibutuhkan di lapangan pekerjaan sesungguhnya.

Lebih dari itu, Shopee juga menyediakan pelatihan bagi peserta kategori pemula dan lanjutan sebelum kompetisi dimulai. Melalui program ini diharapkan dapat menghasilkan data analyst dari dalam negeri yang handal.

Bambang meyakini, perusahaan-perusahaan market platform yang harus rajin menjaga hubungan dengan konsumen akan sangat bergantung kepada data analis ini. Termasuk perusahaan seperti Shopee ini, makanya kompetisi ini diadakan.

“Ketika nantinya market platform di Indonesia ini akan semakin banyak dan besar, kita tidak perlu lagi istilahnya impor analis dari luar. Kita upayakan agar analisnya itu ada di Indonesia, didikan Indonesia dan sudah terbiasa melihat big data Indonesia,” harap Menteri Bambang.

Direktur Shopee Handika Jahja mengharapkan kerjasama dengan Kemeristek/BRIN dalam penyelenggaran NDSC 2020 dapat memberi dukungan kepada talenta yang dimiliki oleh anak muda Indonesia.

Peserta yang mengikuti kompetisi ini diharapkan akan terlatih dalam memanfaatkan data yang bisa digunakan untuk memperkuat fokus Indonesia dalam pengembangan ekonomi digital dan penggunaan big data. Sampai saat ini telah terdaftar sekitar 3.000 mahasiswa dan pekerja yang bergerak dan/atau tertarik di bidang teknologi informasi.

Harapannya masyarakat semakin terbuka dengan informasi, bahwa dalam RI 4.0 tidak berarti membuat orang kehilangan pekerjaan namun juga memunculkan profesi baru seperti data analyst.

Acara ini dihadiri Menristek/BRIN Bambang PS Brodjonegoro, Direktur Shopee Handika Jahja, Director of Computer Science Center Universitas Indonesia Denny, para Pejabat Eselon II, III, dan IV di lingkungan Kementerian Riset Teknologi/Badan Riset Inovasi Nasional.

Berita: Red | Foto: Istimewa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: