Kader Muda PITI DKI dan AMOI Kerap Aktif Saat Penyantunan Yatim, Dhuafa dan Mualaf

Jakarta |
Generasi muda Muslim Tionghoa diharapkan menjadi kader andalan masa depan bagi Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) dan Yayasan Pembinaan Muallaf Aku Menjadi Orang Islam (AMOI) sebagai organisasi Islam yang beraqidah dan berakhlaqul karimah.

Mereka kerap aktif dan selalu turut serta sebagai panitia dalam setiap acara santunan yatim piatu, dhuafa dan mualaf yang diselenggarakan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PITI DKI Jakarta, maupun Yayasan Pembinaan AMOI.

Hal itu dikemukakan oleh anggota DPP PITI KH Fefen Effendi , Ketua DPW PITI DKI Jakarta Raya H Denny Sanusi, dan Ketua DPD PITI Jakarta Barat H Ahmad Sugiarto secara terpisah, di Jakarta, Rabu (22/5).

“Semoga PITI ke depan tambah maju dan berkembang sebagai organisasi Islam yang berkaidah berahlaqul karimah bersyariah melaksanakan perintah Allah dan meninggalan laranganNya,” kata Ustadz Fefen.  

Sementara Denny Sanusi juga mengaskan, bahwa generasi muda PITI saat ini adalah kader-kader yang memang sedang diperjuangkan untuk ke depan.

Sedangkan Ahmad Sugiarto alias Asen menilai, bahwa kehadiran para kader muda Muslim Tionghoa merupakan hal yang positif dan menggembirakan.

Para generasi muda Muslim Tionghoa pada Minggu (19/5), kembali menggelar acara pemberian santunan untuk anak yatim piatu dan kaum dhuafa, di Gelanggang Olahraga (GOR) Jakarta Timur.

Mereka para kader muda yang berpartisipasi diantaranya adalah Wahid Mandar selaku ketua panitia, Tio Mandar, Fandi, Firdaus, dan Fira Sanusi beserta kawan-kawan.

Menurut mereka, acara santunan tersebut merupakan puncak acara bulan Ramadhan untuk mendapatkan keberkahan dalam berbagi dengan sesama.

Pada kesempatan itu sebanyak 330 anak yatim dan yatim piatu serta mualaf mendapat santunan dan bingkisan dari PITI DKI dan Yayasan Pembina Muallaf AMOI, dengan dimeriahkan hiburan kesenian marawis.

“Kami ucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah memberikan donasinya untuk terselenggaranya acara ini,” kata Wahid Mandera.

Sebelumnya dilokasi yang sama dilakukan acara pembacaan kalimat syahadat yang dilakukan oleh pengislaman 2 orang mualaf dari etnis Tionghoa. Keduanya dituntun membacakan syahadat oleh Sony Triwubawa dari Kesbangpol DKI Jakarta dan Ustadz Fefen Effendi dari PITI Pusat.

Usai membaca syahadat dan resmi menjadi muslimah, Florence Valencia Sutra (36) ibu dua anak warga Pondok Kopi Jakarta Timur mendapat nama baru Siti Fatimah. Sedangkan mualaf satunya lagi Tan Xinhai kelahiran China dan tinggal di Serpong Tangerang mendapat nama baru Hasan.

Saat acara tampak hadir Ketua Yayasan AMOI Hj Ani Hariani, mewakili DPD PITI Jakarta Timur dan Jakarta utara yaitu H Sammy F Massie dan Ilham Kurniawan, para ibu-ibu, beserta para kader muda PITI dan AMOI.

Berita: Pri | Foto: Istimewa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.