Jembatan Layang di Jakarta Timur Banyak Dipreteli

Jakarta |
Banyak pagar jembatan layang di Jakarta Timur yang kondisinya rusak. Beberapa kerusakan terjadi disinyalir sengaja dilakukan oleh orang tak bertanggung jawab untuk diambil pipanya.

Kondisi seperti itu dapat dilihat nyata pada jembatan layang /fly over Penggilingan dan fly over Kolonel Sugiono Pondok Bambu.

“Banyak pipa pipa railing jembatan layang Penggilingan dari dan ke arah Jalan Ngurah Rai yang sudah hilang. Pipa besi galvanis itu cukup tebal,” kata Abu Galih, pengamat perkotaan Jakarta, Selasa (27/6).

Kondisi seperti itu juga terjadi pada fly over Pondok Bambu dan fly over Kampung Melayu dan Tebet, meski tak separah jembatan layang Penggilingan.

“Semula saya kira bekas tertabrak mobil. Tetapi setelah saya amati kerusakan itu secara bertahap dan terlihat disengaja dilakukan orang jahil,” kata Abu Galih.

Jebolan fakultas teknik sipil PTN di Semarang ini menilai kerusakan pagar jembatan layang Penggilingan semakin membahayakan. Sebab ujung pipa yang terlepas dari tiangnya menyeruak ke ruang jalan lalu lintas kendaraan di fly over itu.

Terlihat pertama kali yang rusak ujung ujung pipa yang menempel tiang pagar jembatan, tahap berikutnya dilepas.

“Herannya pipa pipa jembatan terlepas sebelah dibiarkan saja oleh Sudin PU Jakarta Timur. Ini kan pembiaran yang merugikan APBD,” tandasnya.

Abu mengetahui perkembangan kerusakan fly over itu, karena hampir tiap hari warga Duren Sawit ini pergi kerja ke tempat kerjanya di Cakung.

Seorang warga Cakung, Ichsan yang juga mengamati perkembangan kondisi jembatan layang Penggingan ini juga menyatakan seharusnya bagian pemeliharaan jembatan di Sudin PU Jakarta Timur atau Dinas Bina Marga tidak segera bertindak memperbaiki atau mengantisipasi.

Ichsan maupun Abu Galih sempat memotret bagian bagian yang rusak dan membahayakan jembatan tersebut dan dikirim ke media. Itu dimaksudkan ada perbaikan dan pengawasan dari pihak berkompeten.

Rusak dan hilangnya pagar BRC sebagai fasilitas umum sepanjang lebih 5 km juga pernah terjadi pada tahun 1990 an.

Pagar pembatas antara jalur KA dan Jalan I Gusti Ngurah Rai itu membentang dari Pintu Perlintasan Cipinang Lontar sampai pintu perlintasan Penggilingan.

Secara bertahap pagar dari kawat galvanis itu dirusak dan raib, maka PT KAI menggantinya dengan pagar beton. Namun setelah banyak rusak arau dirusak orang tak bertanggungjawab, kini mulai diganti dengan pagar ramah lingkungan yang tembus pandang dan indah.

Berita: Pri | Foto: Pri/Istimewa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *