Indonesia Dukung Perlindungan 2 Situs Warisan Budaya Dunia di Palestina

Jakarta |
Duta Besar (Dubes) atau Wakil Tetap RI untuk UNESCO Letjend TNI (Purn) Hotmangaraja Pandjaitan menegaskan, sejalan dengan arahan Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi, bahwa Palestina selalu berada dalam detak jantung diplomasi Indonesia.

“Indonesia memandang pentingnya peran UNESCO dalam melindungi Kota Tua Jerusalem dan Tembok Jerusalem, serta upaya untuk rekonstruksi dan pembangunan Gaza dan dua situs warisan budaya di Hebron dan Bethlehem,” sebut Dubes Hotmangaraja Pandjaitan dalam pembahasan mata agenda 25 mengenai Occupied Palestine di sidang sesi ke 204 Dewan Eksekutif United Nations Education Scientific and Cultural Organization (UNESCO) di Paris, Prancis, Kamis (12/4).

Ditegaskan juga oleh Hotmangaraja, bahwa situs warisan yang tertulis di Palestina seyogyanya dilestarikan sebagai warisan budaya dunia yang utuh dan tidak terpisah satu sama lain.

Menurutnya, hal ini disebabkan situs-situs tersebut tidak hanya berfungsi sebagai wujud budaya atau peradaban suatu bangsa tertentu, melainkan gambaran lengkap dari sejarah manusia yang beragam.

Situs warisan budaya yang diupayakan perlindungan oleh UNESCO adalah dua situs di Palestina, yaitu Al Haram Al Ibrahim atau makam para pendiri di Al Khalil atau Hebron, serta Mesjid Bilal Ibn Rabah dan Makam Rachel di Bethlehem.

Dilansir portal resmi Kementerian Luar Negeri RI, Selasa (17/4), dalam pembahasan mata agenda ke 26 mengenai Implementasi dari 39C/Resolusi 55 dan 202 EX/Dec 39 mengenai lembaga pendidikan dan kebudayaan di wilayah Arab yang diduduki, Dubes Hotmangaraja telah menyampaikan bahwa Indonesia terus berupaya meningkatkan kerjasama dengan Palestina dalam rangka konservasi situs warisan budaya serta promosi pariwisata.

Sebelumnya, pada tanggal 11 sampai dengan 25 Maret 2017, Kementerian Luar Negeri bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah menyelenggarakan International Training Workshop on Tourism and Antiquities for Palestinians di Yogyakarta.

Pelatihan tersebut bertujuan untuk meningkatkan keahlian warga negara Palestina yang sebagian besar bekerja sebagai Manajer/Direktur Konservasi di kota-kota bersejarah di Palestina, seperti Bethlehem, Yerusalem dan Nablus.

Laporan tindak lanjut upaya UNESCO untuk konservasi situs warisan budaya di Palestina akan diajukan pada Sidang sesi ke 205 Dewan Eksekutif UNESCO.

Berita: Mh | Foto: Istimewa/Ilustrasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *