April 20, 2024

Auren Nanda Vrista: Connecting Generation, Menjaga Warisan Budaya dan Kekayaan Intelektual Bali

Di antara bakal calon anggota DPRD Provinsi Bali melalui kendaraan Partai Demokrat dari daerah pemilihan (Dapil) 1 Denpasar terlihat sosok cantik yang mewakili kaum generasi Z atau i-generation.

Auren Nanda Septalia Heri Vrista atau yang lebih dikenal sebagai Auren Nanda Vrista, lahir 24 September 1999, lajang yang selalu berprestasi dalam pekerjaannya itu, sepertinya memilih terjun ke dunia politik di usia muda.

Menurut Auren Nanda Vrista (ANV), sesuai data sementara Komisi Pemilihan Umum (KPU) jumlah pemilih muda proporsinya sekitar 53 sampai 55 persen atau 108 juta (Republika, 10/02/23), dimana partisipasi kaum muda akan sangat signifikan dalam Pemilu 2024.

“Untuk itu perjalanan bangsa ke depan akan ditentukan oleh kaum muda, sehingga diperlukan banyak wakil dari mereka yang duduk di parlemen, khususnya untuk menyusun regulasi, budgeting, dan pengawasan dalam penyelenggaraan pemerintahan,” ujarnya, kepada awak media di Jakarta, Selasa (19/9).

Bacaleg DPRD Provinsi Bali dari Partai Demokrat Auren Nanda Vrista (ANV). (Foto: Ist./Dok.)

Dikemukakan oleh ANV, hal ini menjadi penting agar setiap kebijakan pembangunan berorientasi ke masa depan yang lebih baik demi terwujudnya kemajuan, kesejahteraan dan keadilan sosial.

Setiap kebijakan yang disusun, sambungnya, harus berdimensi lintas generasi, karena akan berdampak pada generasi mendatang. “Meskipun harus disadari bahwa setiap generasi sesungguhnya memiliki masalah sendiri dan bertanggung jawab untuk menyelesaikannya. Jika semua generasi memiliki kesadaran seperti ini, maka kesemakmuran bangsa akan terjaga dari generasi ke generasi,” tegas ANV.

Lantas mengapa tidak mendaftar sebagai bakal calon anggota DPR RI, dan memilih DPRD Bali?

Menurut Direktur Utama PT Be One Bali ini adalah awal terjun ke dunia politik, sehingga perlu belajar dari bawah, dan Bali adalah my second hometown.

“Karenanya, saya sangat berterima kasih kepada Pimpinan Partai Demokrat dan para sahabat, yang memberi kesempatan untuk bersama-sama mendaftar sebagai bakal calon anggota DPRD Provinsi Bali. Semoga sinergitas kerja bersama dan kesungguhan untuk mengabdi, nantinya dapat mengembalikan kejayaan Partai Demokrat di Bali,” ungkap ANV.

Auren Nanda Vrista (ANV). (Foto: Ist./Dok.)

Sebagai Ketua Yayasan Karya Intelektual Anak Bangsa, dirinya merasakan ada yang harus menjadi perhatian dan pihak yang melakukan, yakni diantaranya mencegah eksternalitas dari pembangunan Bali yang bertumpu pada sektor pariwisata.

ANV menggarisbawahi, bahwa ada prioritas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) yang perlu segera diusulkan, yaitu perlindungan terhadap warisan budaya (cultural heritage) dan kekayaan intelektual (intellectual property).

Isu ini, lanjutnya, nyata sekali untuk segera dibuatkan regulasi, sejalan dengan membangun kesadaran Pemda Kabupaten/Kota dan masyarakat untuk merawat warisan budaya dan kekayaan intelektual agar tidak hilang dicuri orang.

“Hal ini menjadi penting agar warisan budaya dan kekayaan intelektual yang dimiliki masyarakat Bali terlindungi dan memiliki manfaat ekonomi yang menyejahterakan. Sebagai i-generation, saya akan menjadi connecting generation untuk berjuang mewujudkannya,” pungkas ANV.

Berita: Red/Mh | Foto: Ist./Dok.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.