ASN Jaktim Tanyakan Imbauan Tapem, Namun Banyak yang Bayar Zakat ke Baznas Bazis DKI

Jakarta |
Banyak Aparat Sipil Negara (ASN) Pemko Jakarta Timur yang menanyakan himbauan dari Biro Tata Pemerintahan (Tapem) DKI Jakarta agar melaporkan para ASN yang sudah bayar zakat ke Baznas Bazis DKI Jakarta tanggal 29 Mei 2019.

Namun faktanya banyak dari mereka yang sudah menunaikan pembayaran zakatnya dengan cara menyalurkan ke badan amil tersebut.

Hal itu disampaikan oleh Penanggungjawab Sementara Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Badan Amil Zakat dan Infaq/Shadaqah (Bazis) Jakarta Timur Aminuddin, di Jakarta, Sabtu (1/6).

“Ya sejak kemarin banyak ASN Jakarta Timur yang menanyakan himbauan Tapem tersebut,” kata Aminnudin. Himbauan Biro Tapem DKI Jakarta tersebut berkaitan dengan acara pembayaran zakat mal di Balai Agung, Balaikota DKI Jakarta pada Rabu (29/5) pagi.

Sekda DKI Saefullah di loket Baznas Bazis DKI sedang membayar zakat. (Foto: Pri)

Mengenai adanya kabar adanya ASN di wilayah Tambora Jakarta Barat yang menolak membayar zakat melalui Baznas Bazis DKI, Aminuddin menandaskan sampai saat ini tidak ada ASN di Jakarta Timur yang melakukan penolakan. “Alhamdulillah di Jakarta Timur tidak ada,” tukasnya.

Mengenai acara pembayaran Zakat Peduli Ummat di Balai Agung pada Sabtu (29/5) lalu, di kesempatan yang sama Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan mengawalinya dengan membayarkan zakat mal nya sebesar Rp 75 juta.

Secara simbolis zakat tersebut diterima Ketua Baznas Bazis DKI Jakarta, Luthfi Fathullah. Pada kesempatan itu Luthfi Fathullah mengajak masyarakat warga Jakarta untuk menyalurkan zakatnya melalui badan resmi milik  Pemerintah dalam hal ini Baznas Bazis DKI Jakarta.

Pada acara itu para pejabat DKI Jakarta seperti Kepala Dinas, Walikota maupun wakilnya mengikuti jejak Gubernur. “Untuk Jakarta Timur yang hadir Wakil Walikota Uus Kuswanto yang membayar zakat Rp 5 juta,” kata Aminuddin.

Ketua BAZNAS Bazis DKI untuk tahun 2019 ini ditargetkan pengumpulan zakat sebesar Rp 200 miliar. Target itu lebih tinggi Rp 5 miliar dibandingkan tahun lalu, yaitu sebesar Rp 195 miliar.

Sementara Rabu (29/5) petang, Baznas melalui Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Mustahik (LPEM) meluncurkan  program pemberdayaan peningkatan ekonomi terhadap mustahik dengan pemberian modal usaha melalui program Z-Mart dan Mustahik Pengusaha.

Program Z-Mart dan Mustahik pengusaha dilakukan di Jl Cipinang Kebembem, RT 07/13, Kelurahan Pisangan Timur, Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur.

Ketua BAZNAS, Bambang Sudibyo mengatakan, BAZNAS menyalurkan zakat sesuai dengan syariat, zakat diberikan kepada 8 asnaf sesuai dengan Al Quran Surat At Taubah ayat 60. Program Z-Mart merupakan salah satu program pengentasan kemiskinan.

”Saya berharap, Baznas Bazis DKI Jakarta dapat bersinergi bersama  dalam pengentasan kemiskinan di DKI Jakarta,” katanya.

Hadir saat itu Asisten Administrasi dan Kesra Jakarta Timur Ari Sonjaya dan mantan Kepala BAZIS Jakarta Timur Dwi Busara.

Menurut Bambang Sudibyo, program Z-Mart, yakni program pemberdayaan ekonomi mustahik BAZNAS untuk meningkatkan eksistensi dan kapasitas usaha retail mikro untuk mengangkat skala usaha.

Ketua Baznas Bambang Sudibyo dan Asisten Administrasi dan Kesra Jakarta Timur ketika memberikan bantuan kepada pedagang kecil di Pisangan Timur. (Foto: Pri)

Diharapkan terbentuk sebuah gerakan untuk berbelanja di warung kelontong mikro, sehingga omzet mustahik pemilik warung akan terus meningkat.

Sedangkan Mustahik Pengusaha, adalah program pemberdayaan ekonomi untuk mustahik produktif yang akan menjalankan usaha atau sudah menjalankan usaha dari berbagai jenis produk. Dari kategori usahanya program ini bertujuan mengembangkan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

“Penerima manfaat kedua program ini sebanyak 71 orang mustahik, yang terdiri dari 20 orang penerima manfaat program ZMart, dan 51 orang penerima manfaat program Mustahik Pengusaha yang terdiri dari usaha jamu keliling, pedagang bakso, mie ayam, pedagang makanan, penjual kue, dan usaha kerupuk,” kata Bambang.

Omzet rata-rata usaha penerima manfaat Mustahik Pengusaha saat ini sekitar Rp 4.500 ribu per bulan atau keuntungan sebesar Rp 1.500 ribu. Adanya bantuan dan intervensi dari Baznas diharapkan akan meningkatkan omzet menjadi Rp 6 juta per bulan atau keuntungan sebesar Rp 2 juta.

Sementara itu, untuk program Z-Mart ada fasilitas tambahan yang dapat dinikmati pelanggan, yakni pelayanan pembayaran online melalui Payment Point Online Bank (PPOB). Rata-rata omzet warung ZMart sebelum dibantu BAZNAS sebesar Rp 500 ribu per hari atau omzet Rp 15 juta per bulan.

Dengan asumsi keuntungan 7 persen dari omset, maka keuntungan yang diperoleh sebesar Rp 1.050 ribu per bulan, ini masih di bawah standar Garis Kemiskinan Nasional 2019 (Rp 1.601.613), dan masih jauh di bawah upah minimum provinsi (UMP) DKI Jakarta.

Berita: Pri | Foto: Istimewa/Pri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: